INFO UPDATE

Menentukan dan Menggunakan Materialitas

Materialitas adalah dasar untuk penilaian risiko (risk assessments) dan penentuan luasnya prosedur audit. Materialitas akan digunakan antara lain untuk:
  1. Menetukan bidang-bidang laporan keuangan yang perlu diaudit
  2. Menetapkan konteks untuk strategi audit menyeluruh
  3. Merencanakan sifat, waktu, dan luas dari prosedur audit spesifik
  4. Menentukan materialitas untuk golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu apabila satu atau lebih golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu yang mengandung kesalahan penyajian yang jumlahnya lebih rendah daripada materialitas laporan keuangan secara keseluruhan diperkirakan secara masuk akal akan mempengaruhi keputusan ekonomi yang dibuat oleh para pemakai berdasarkan laporan keuangan tersebut.


Konsep materialitas dibagi menjadi 2 tingkat yaitu:


Tingkat Laporan Keuangan (Financial statement level)

Materialitas pada tingkat ini terdiri dari :

Materialitas Keseluruhan (Overall Materiality)

Materialitas Keseluruhan didasarkan atas apa yang layaknya diharapkan berdampak terhadap terhadap keputusan yang dibuat pengguna laporan keuangan. Jika auditor memperoleh informasi yang menyebabkan ia menentukan angka materialitas yang berbeda dari yang ditetapkannya semula, angka materialitas semula seharusnya direvisi.
Overall Performance Materiality 

Overall performance materiality ditetapkan lebih rendah dari overall materiality. Performance materiality memungkinkan auditor menanggapi penilaian risio tertentu (tanpa mengubah overall materiality) dan menurunkan ke tingkat rendah yang tepat (appropriately low level) probabilitas salah saji yang tidak dikoreksi dan salah saji yang tidak terdeteksi secara agregat (aggregate of uncorrected and undetected misstatement) melampaui overall materiality. Performance materiality perlu diubah berdasarkan temuan audit.

Account balance, class of transactions and disclosures level 

Account balance, class of transactions and disclosures level dibagi menjadi 2 :

Specific Materiality
Specific materiality untuk jenis transaksi, saldo akun atau disclosures tertentu dimana jumlah salah sajinya akan lebih rendah dari overall materiality.

Specific Performance Materiality
Specific performance materiality ditetapkan lebih rendah dari specific materiality. Hal ini memungkinkan auditor menanggapi penilaian risiko tertentu dan memperhitungkan kemungkinan adanya salah saji yang tidak terdektesi dan salah saji yang tidak material, yang secara agregat dapat berjumlah materiality.

Overall Materiality

Materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan (overall materiality) didasarkan pada kearifan professional auditor mengenai jumlah terbesar salah saji dalam laporan keuangan tanpa mempengaruhi keputusan ekonomis pemakai laporan keuangan. Jika jumlah salah saji yang tidak dikoreksi (amount of uncorrected misstatement), terpisah atau digabungkan, lebih besar dari overall materiality yang ditetapkan untuk penugasan tersebut, maka laporan keuangan disalahsajikan secara material.

Menurut SA 320, par 10, pada saat menetapkan strategi audit secara keseluruhan, auditor harus menentukan materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan. Adapun beberapa contoh overall materiality yaitu:

a. Laba dari operasi berlanjut: 3%-7%
b. Pendapatan atau pengeluaran: 1%-3%
c. Aset: 1%-3%
d. Ekuitas: 3%-5%

Ilustrasi Penghitungan Materialitas Pada Tingkat Laporan Keuangan Secara Keseluruhan
Kebijakan KAP, materialitas pada tingkat laporan keuangan dihitung 2% dari jumlah asset:
  • Opsi 1, dihitung tanpa stratifikasi
  • Opsi 2, dihitung dengan stratifikasi
  1. Rp. 200 miliar pertama, 1%
  2. Rp. 300 miliar kedua, 0,6%
  3. Kelebihannya, 0,4%
  • Opsi 3, dihitung berjenjang dengan stratifikasi
  1. Rp. 200 miliar pertama, 1%
  2. Rp. 300 miliar kedua, 1,5%
  3. Kelebihannya, 2% Opsi 2
Misalkan, jumlah aset PT. Syahdan, Tbk IDR 907 miliar


Opsi 1
Materialitas pada tingkat laporan keuangan = 2% x IDR 907 miliar = IDR 18,14 miliar

Opsi 2
Materialitas pada tingkat laporan keuangan = Jenjang 1 = Rp. 200 miliar x 1% = IDR 2 miliar; ditambah Jenjang 2 = IDR 300 miliar x 0,6% = IDR 1,8 miliar; ditambah Jenjang 3 = IDR 407 [907-500] miliar x 0,4% = IDR 1,63 miliar. Maka materiliatas pada tingkat laporan keuangan adalah IDR [2 + 1,8 + 1,63] miliar = IDR 5,43 miliar

Opsi 3
Materialitas pada tingkat laporan keuangan = Jenjang 1 = IDR 200 miliar x 1% = IR 2 miliar; ditambah Jenjang 2 = IDR 300 miliar x 1,5% = IDR 4,5 miliar; ditambah Jenjang 3 = IDR 407 miliar x 2% = IDR 8,14 miliar. Maka materialitas pada tingkat laporan keuangan adalah IDR [2 + 4,5 + 8,14] miliar = IDR 14,64 miliar

Performance materiality

Performance materiality (materialitas yang digunakan dalam pelaksaan audit atau disingkat “materialitas pelaksanaan”) digunakan auditor untuk menekan risiko sampai ke titik rendah yang dapat diterima (appropriately low level). Yang ditekan adalah risiko besarnya salah saji melampaui angka meterialitas. Dalam hal ini salah saji yang dimaksud adalah akumulasi salah saji yang tidak dikoreksi entitas dan salah saji yang tidak teridentifikasi oleh auditor (accumulation of uncorrected and unidentified misstatement).

Menurut SA 320, par A.12, penentuan materialitas pelaksanaan bukan merupakan suatu perhitungan mekanis yang sederhana dan membutuhkan adanya pertimbangan (kearifan) professional. Penentuan ini dipengaruhi oleh:
  1. Pemahaman auditor atas entitas, yang dimutakhirkan selama pelaksanaan prosedur penilaian risiko
  2. Sifat serta luasnya kesalahan penyajian yang terdeteksi dalam audit sebelumnya serta harapan auditor berkaitan dengan kesalahan penyajian dalam periode berjalan
Menurut SA 320, par 11, materialitas pelaksanaan digunakan untuk sebagai berikut:
  1. Menilai risiko kesalahan penyajian material
  2. Menentukan sifat, saat, dan luar prosedur audit lanjutan (further audit procedures)
Contoh menentukan performance materiality adalah sebagai berikut:
  • 60% (dari materialitas keseluruhan atau materialitas spesifik) apabila risiko kesalahan penyajian material lebih tinggi
  • 85% (dari materialitas keseluruhan  atau materialitas spesifik) apabila risiko kesalahan penyajian material lebih rendah
Performance materiality dapat ditetapkan menjadi :
  • Satu performance materiality untuk setiap area
  • Lebih dari performance materiality untuk masing-masing area, tergantung pada penilaian risikonya
Contoh dengan pemakaian satu performance materiality adalah sebagai berikut:
  1. Performance materiality untuk risiko kesalahan penyajian material secara keseluruhan tinggi, dan Tbk - 60%
  2. Performance materiality untuk risiko-risiko kesalahan penyajian material secara keseluruhan tinggi, tetapi non-Tbk - 70%
  3. Performance materiality untuk risiko-risiko kesalahan penyajian material secara keseluruhan rendah - 80%
Contoh dengan pemakaian lebih dari satu performance materiality adalah sebagai berikut:
  1. Performance materiality bagi asersi untuk golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan dengan risiko kesalahan penyajian material tinggi - 60%
  2. Performance materiality bagi asersi untuk golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan dengan risiko kesalahan penyajian material sedang - 70%
  3. Performance materiality bagi asersi untuk golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan dengan risiko kesalahan penyajian material rendah - 80%
Ilustrasi penghitungan performance materiality adalah sebagai berikut:

Asumsi materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan pada PT. Syahdan, Tbk yang digunakan adalah IDR 18,14 miliar. 

Contoh dengan pemakaian satu performance materiality :
  • PT. Syahdan adalah Tbk, performance materiality = IDR 18,14 miliar x 60% = IDR 10,88 miliar
  • Performance materiality ini akan diterapkan untuk seluruh area audit
Contoh dengan pemakaian lebih dari satu performance materiality:

  • Performance materiality untuk risiko kesalahan penyajian material tinggi – IDR 18,14 miliar x 60% = IDR 10,88 miliar
  • Performance materiality untuk risiko kesalahan penyajian material sedang – IDR 18,14 miliar x 70% = IDR 12,70 miliar
  • Performance materiality untuk risiko kesalahan penyajian material rendah – IDR 18,14 miliar x 80% = IDR 4,51 miliar
  • Ketiga performance materiality ini akan diterapkan pada setiap area audit, tergantung pada hasil penilaian risiko kesalahan penyajian material
Ada beberapa hal dimana salah saji yang lebih kecil dari angka materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan dapat diperkirakan secara layak, akan mempengaruhi pengambil keputusan oleh pemakai laporan keuangan.

  • Disclosures yang sensitive, seperti remunerasi manajemen dan TCWG
  • Related-party transactions (transaksi istimewa)
  • Ketidakpatuhan terhadap perjanjian pinjaman, perikatan lainnya, ketentuan perundangan, dan kewajiban pelaporan statute atau yang dtetapkan regulator
  • Pengeluaran tertentu seperti illegal payments (suap, gratifikasi) atau biaya eksekutif
  • Besarnya cadangan dan biaya eksplorasi dalam perusahaan tambang
  • Besarnya biaya penelitian dan pengembangan dalam perusahaan farmasi
  • Bisnis yang baru diakuisisi atau perluasan usaha
  • Kegiatan usaha yang dihentikan
  • Peristiwa luar biasa atau contingencies (seperti tuntutan hukum)
  • Perkenalan produk atau jasa baru
Specific Performance Materiality

Ini serupa dengan performance materiality yang dibahas diatas, kecuali dalam hal ini performance materiality-nya berhubungan dengan penetapan angka materialitas yang spesifik. Specific performance materiality ditetapkan lebih rendah dari angka specific materiality, untuk memastikan pekerjaan audit yang cukup, dilaksanakan untuk mengurangi ke tingkat rendah yang tepat, probabilitas salah saji yang tidak dikoreksi dan yang tidak terdeteksi melebihi specific materiality.

Karena angka materialitas ditentukan berdasar kearifan professional (professional judgment), sangatlah penting faktor-faktor dan angka-angka yang digunakan dalam materialitas pada berbagai tingkat, didokumentasikan dengan baik. Dokumentasi ini terjadi selama:
  • Tahap perencanaan, ketika keputusan dibuat mengenai luasnya pekerjaan audit yang harus dilaksanakan
  • Audit, jika berdasarkan temuan audit, diperlukan revisi atas overall materiality atau performance materiality untuk jenis transaksi, saldo akun atau disclosures tertentu.

loading...

1 komentar :

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan