INFO UPDATE

Investasi Saham dan Laporan Konsolidasi

Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Investasi Saham pada Ekuitas dapat dikategorikan kedalam 4 pembagian berikut :

1. Investasi saham dibawah 20 %
Investasi saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan dan dikategorikan sebagai instrumen keuangan (PSAK 50 Revisi 2010 dan PSAK 55 Revisi 2011) yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui Laporan Laba Rugi atau Aset Keuangan tersedia untuk dijual. Dan investasi ini dikur berdasarkan nilai wajar (fair value).


2. Investasi saham sebesar 20% - 50%
Investasi saham yang memiliki pengaruh signifikan dan dikategorikan sebagai entitas asosiasi (PSAK 15) dan dihitung dengan metode ekuitas.

3. Investasi saham ≤ 50%
Investasi saham yang dikendalikan bersama atau sering disebut Ventura Bersama (PSAK 12 Revisi 2009) . Investasi ini dihitung dengan metode ekuitas dan dilakukan konsolidasi proporsional.

4. Investasi saham >; 50%
Investasi saham yang memiliki pengendalian atas entitas tersebut dan entitas yang dikendalikan disebut entitas anak. Entitas anak akan dikonsolidasi oleh entitas induk (PSAK 4 Revisi 2009).

Beberapa istilah yang timbul pada investasi saham pada Ekuitas :

Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional entitas investasi, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.

Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut.

Pengendalian Bersama adalah persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu aktivitas ekonomi, dan ada hanya ketika keputusan keuangan dan operasional strategis terkait dengan aktivitas tersebut mensyaratkan konsensus dari seluruh pihak-pihak yang berbagi pengendalian.

Entitas Induk adalah suatu entitas yang mempunyai satu atau lebih entitas anak.

Entitas Anak adalah suatu entitas, termasuk entitas bukan perseroan terbatas seperti persekutuan, yang dikendalikan oleh entitas lain (dikenal sebagai entitas induk).

Metode Ekuitas adalah metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan dalam bagian investor atas aset neto investee. Laba atau rugi investor meliputi bagian investor atas laba atau rugi investee.

PSAK 4 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI

Laporan keuangan konsolidasian adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal meskipun masing-masing entitas dalam kelompok tersebut merupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain.

Dalam Laporan Keuangan Konsolidasian timbul hubungan entitas induk dan entitas anak, dimana entitas disebut entitas induk jika entitas memiliki secara langsung atau tidak langsung lebih dari 50% saham berhak suara pada entitas lain, maka entitas tersebut disebut memiliki pengendalian pada entitas tersebut, sehingga dalam hal ini Laporan Keuangan Konsolidasian harus disusun.

Selain kepemilikan saham diatas 50% pengendalian juga dianggap ada terhadap suatu entitas jika terdapat hal-hal berikut :

  1. Kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai dengan perjanjian dengan investor lain; 
  2. Kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan opersional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;
  3. Kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar dewan direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut;
  4. Kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi dan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi dan komisaris atau organ tersebut.
Apabila kriteria konsolidasi dipenuhi, maka Laporan Keuangan Konsolidasian wajib disusun. Entitas induk tidak boleh menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai laporan keuangan bertujuan umum (General Purposes Financial Statements) . Laporan keuangan tersendiri hanya dapat disajikan sebagai informasi tambahan dalam Laporan Konsolidasian, dan Laporan Keuangan tersendiri minimal terdiri dari Laporan Posisi Keuangan (Neraca), Laporan Laba Rugi Komprehensif, dan Laporan Arus Kas.

Jika entitas induk menyusun Laporan Keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan, maka entitas induk tersebut mencatat investasi pada entitas anak, pengendalian bersama, dan entitas asosiasi pada :

a) Metode Biaya perolehan; atau
b) Sesuai PSAK 55 (Revisi 2011) “Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran”
 

Entitas induk mengakui dividen dari entitas anak, pengendalian bersama dan entitas asosiasi pada Laporan Laba Rugi Komprehensif dalam Laporan Keuangan Tersendiri ketika hak menerima dividen ditetapkan.

Metode biaya perolehan, investor mencatat investasinya pada perusahaan investee sebesar biaya perolehan artinya investor mengakui penghasilan hanya sebatas distribusi laba yang diterima yang berasal dari laba bersih yang diakumulasikan oleh investee setelah tanggal perolehan.

Ketika entitas induk menyusun Laporan Keuangan Tersendiri, maka Laporan Keuangan Tersendiri tersebut mengungkapkan : 

  1. Laporan Keuangan tersebut adalah Laporan Keuangan Tersendiri yang merupakan informasi tambahan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian 
  2. Daftar investasi yang signifikan dalam entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi termasuk nama, negara, atau tempat kedudukan, dan proporsi kepemilikan.
  3. Penjelasan tentang metode yang digunakan untuk mencatat investasi yang terdaftar.
PROSEDUR KONSOLIDASIAN

Dalam menyusun Laporan Keuangan Konsolidasian, entitas menggabungkan Laporan Keuangan Entitas Induk dan Entitas Anak satu per satu dengan menjumlahkan pos-pos sejenis dari aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban. Pada Laporan Keuangan Konsolidasian Penyertaan pada entitas anak dilakukan dengan metode ekuitas.

Agar Laporan Keuangan Konsolidasian dapat menyajikan informasi keuangan dari kelompok usaha tersebut sebagai entitas ekonomi tunggal maka dilakukan langkah-langkah tersebut :

  • Jumlah tercatat investasi entitas induk pada setiap entitas anak dengan porsi entitas induk atas ekuitas entitas anak dieliminasi 
  • Kepentingan non pengendali atas laba atau rugi entitas anak yang dikonsolidasikan selama periode pelaporan diidentifikasi
  • Kepentingan non pengendali dari bagian kepemilikan entitas induk atas aset neto entitas anak yang dikonsolidasikan diidentifikasi secara terpisah.
Saldo dan transaksi antar kelompok usaha termasuk penghasilan, beban, dan dividen dieliminasi secara penuh. Keuntungan dan kerugian hasil dari transaksi antar kelompok usaha yang diakui dalam aset tetap juga dieliminasi secara penuh.

Transaksi yang boleh diakui adalah transaksi kepada pihak ketiga sedangkan transaksi antara entitas anak dengan entitas induk harus dielimiasi. Kemudian akun utang piutang yang muncul antara entitas induk dengan entitas anak atau antar entitas anak harus dihapuskan.

Laporan keuangan entitas induk dan entitas anak yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan tanggal yang sama, artinya entitas anak harus mengikuti periode pelaporan entitas induk. Jika akhir pelaporan entitas induk berbeda dengan entitas anak, maka entitas anak menyusun Laporan Keuangan Tambahan dengan tanggal yang sama dengan Laporan Keuangan Entitas Induk untuk tujuan konsolidasi, kecuali tidak praktis.
 

Dalam hal ini, perbedaan antara akhir periode pelaporan entitas anak dengan entitas induk tidak lebih dari tiga bulan. Lamanya periode pelaporan dan perbedaan antar akhir periode pelaporan adalah sama dari periode ke periode .

Laporan Keuangan Konsoldasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Jika anggota kelompok usaha menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dengan yang digunakan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian untuk transaksi dan keadaan yang serupa, maka penyesuaian dilakukan atas laporan keuangannya dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian.

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas (dalam hal ini transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik).

Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

Pengungkapan berikut dibuat dalam laporan keuangan konsolidasian:

  1. Sifat hubungan antara entitas induk dan suatu entitas anak jika entitas induk tidak memiliki (secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak) lebih dari setengah kekuasaan suara; 
  2. Alasan mengapa kepemilikan (secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak) lebih dari setengah kekuasaan suara atau kekuasaan suara potensial atas investee tidak diikuti dengan pengendalian;
  3. Akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak jika laporan keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda;
  4. Sifat dan luas setiap restriksi signifi kan (misalnya akibat dari perjanjian pinjaman yang diterima atau persyaratan regulator) dalam kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk deviden tunai, atau pembayaran kembali pinjaman atau uang muka;
  5. Suatu rincian yang menunjukan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk;
  6. Jika pengendalian atas entitas anak hilang, maka entitas induk mengungkapkan keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui sesuai dengan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan nilai wajar pada tanggal hilangnya pengendalian dan pos keuntungan dan kerugian yang diakui dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif.
Entitas induk dapat kehilangan pengendalian atas entitas anak dengan atau tanpa perubahan absolut atau relatif tingkat kepemilikan. Hal ini terjadi, misalnya, ketika entitas anak menjadi subyek pengendalian pemerintah, pengadilan, administrator, atau regulator. Hal ini dapat terjadi pula sebagai akibat suatu perjanjian kontraktual.

Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011. Pernyataan ini diterapkan secara retrospektif.
loading...

Posting Komentar

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan