INFO UPDATE

Penyajian Laporan Keuangan Menurut PSAK 1 Revisi 2013 – Bagian 2

LAPORAN POSISI KEUANGAN
Untuk Laporan Posisi Keuangan terjadi perubahan definisi seperti Kewajiban menjadi Liabilitas dan hak minoritas menjadi kepentingan nonpengendali (non-controlling interest). Penyajan kepentingan non pengendali sebagai bagian ekuitas dan bagian laba bukan sebagai pengurang laba. Minimum line item Penyajian Neraca untuk nilai material disajikan secara terpisah, namun jika tidak material dijelaskan dalam kelompok namun tetap ada penjelasan terpisah. 


Informasi minimal yang disajikan dalam laporan keuangan dapat ditambahkan jika penambahan tersebut relevan. Penyajian dalam line sendiri atau dalam notes tergantung dari materialitas informasi tersebut. Pembedaan aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang. Pajak tangguhan tidak boleh diklasifikasikan sebagai jangka pendek.

Laporan posisi keuangan minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut :
a)    aset tetap;
b)    properti investasi;
c)     aset tidak berwujud;
d)    aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (e), (g) dan (h);
e)    investasi dengan menggunakan metode ekuitas;
f)     persediaan;
g)    piutang dagang dan piutang lainnya;
h)    kas dan setara kas;
i)      total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual dan aset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58;
j)      utang dagang dan utang ainnya;
k)    provisi;
l)      liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (k) dan (l);
m)   liabilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46;
n)    liabilitas dan aset untuk pajak tangguhan sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46;
o)    liabilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58;
p)    kepentingan non-pengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas; dan
q)    modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Penyajian aset lancar dan tidak lancar dan liabilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi yang terpisah dalam Laporan Posisi Keuangan . Kecuali penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan, jika pengecualian tersebut dapat diandalkan maka entitas menyajikan seluruh aset dan liabilitas berdasarkan urutan likuiditas. Untuk beberapa entitas, seperti institusi keuangan, penyajian aset dan liabilitas berdasarkan urutan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan dibandingkan penyajian berdasarkan lancar dan tidak lancar atau jangka pendek dan jangka panjang karena entitas pada industri tersebut tidak menyediakan barang atau jasa selama siklus operasi entitas yang dapat diidentifikasi secara jelas.

 Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar serta Liabilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Klasifikasi aset lancar, jika:
a.  mengharapkan akan merealisasikan aset, atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya, dalam siklus operasi normal;
b.     memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan;
c.     mengharapkan akan merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah pelaporan;  atau
d.  kas atau setara kas (PSAK 2: Laporan Arus Kas) kecuali aset tersebut dibatasi pertukarannya atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.

Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar.

Klasifikasi liabilitas lancar, jika:
a.     mengharapkan akan menyelesaikan liabilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya;
b.    memiliki liabilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan;
c.     liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan; atau
d.  tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas selama sekurangkurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.

Entitas mengklasifikasi liabilitas yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai liabilitas jangka panjang.

Liabilitas keuangan yang dibiayai kembali yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan setelah periode pelaporan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek, jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk membiayai kembali.

Pelanggaran perjanjian utang yang mengakibatkan kreditur meminta percepatan pembayaran, maka liabilitas  tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka pendek, meskipun kreditur mengijinkan penundaan pembayaran selama 12 bulan setelah tanggal pelaporan tetapi persetujuan tersebut diperoleh setelah tanggal pelaporan.

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan

Entitas mengungkapkan dalam laporan posisi keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan, subklasifikasi pos pos yang disajikan, dan diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai dengan operasi entitas. Detail subklasifikasi bergantung pada ketentuan SAK, serta ukuran, sifat, dan fungsi jumlah yang terkait. Pengungkapan berbeda untuk setiap pos, sebagai contoh:

a)    pos-pos aset tetap dipisahkan sesuai dengan PSAK 16: Aset Tetap;
b)  piutang dipisahkan menjadi jumlah piutang dagang, piutang pihak-pihak berelasi,  pembayaran di muka dan jumlah lain;
c)    persediaan dipisahkan sesuai dengan PSAK 14: Persediaan menjadi barang dagangan, barang produksi, bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi;
d)    provisi dipisahkan menjadi provisi untuk imbalan kerja dan provisi lain; dan
e)   ekuitas dan cadangan dipisahkan menjadi berbagai kelompok seperti modal disetor, tambahan modal disetor dan cadangan.
 
Entitas mengungkapkan hal-hal berikut dalam laporan posisi keuangan atau laporan perubahan ekuitas, atau catatan atas laporan keuangan:
a)    Untuk setiap jenis saham:
i)       jumlah saham modal dasar;
ii)      jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh, dan yang diterbitkan tetapi tidak disetor penuh;
iii)     Nilai nominal saham,  atau  nilai  dari saham yang tidak  memiliki  nilai nominal;
iv)     rekonsiliasi jumlah saham yang beredar pada awal dan akhir periode;
v)   hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap kelas saham,   termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal;
vi)     saham entitas yang dikuasai oleh entitas itu sendiri atau oleh entitas anak atau        entitas asosiasi; dan
vii)    saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan;
b)    Deskripsi mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas.

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Penyajian laporan laba rugi dengan memasukkan unsur laba komprehensif. Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain diatribusikan kepada Kepentingan non Pengendali dan Pemilik Entitas Induk. Klasifikasi beban berdasarkan fungsi dan sifat, jika disajikan berdasarkan fungsi ada pengungkapan berdasarkan sifat.

Minimum line item dalam Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain :
       pendapatan;
       biaya keuangan;
  bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas;
       beban pajak;
       suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari:
Ø   laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan
Ø   keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan;

Penghasilan komprehensif lain adalah Perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode berjalan, seperti Selisih revaluasi aset tetap, Perubahan nilai investasi tersedia untuk dijual, Dampak translasi laporan keuangan.

Bagian penghasilan komprehensif lain menyajikan pos-pos untuk jumlah penghasilan komprehensif lain dalam periode berjalan, diklasifikasikan berdasarkan sifat (termasuk bagian penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat menggunakan metode ekuitas) dan dikelompokkan, sesuai dengan PSAK/ISAK lainnya:
(a) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan
(b) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi.

Entitas  tidak  diperkenankan  untuk  menyajikan pos-pos penghasilan  dan beban sebagai pos luar biasa dalam laporan yang menyajikan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain atau dalam catatan atas laporan keuangan.

Entitas mengungkapkan jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain, termasuk penyesuaian reklasifikasi, baik dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain atau dalam catatan atas laporan keuangan.

 Entitas dapat menyajikan komponen penghasilan komprehensif lain:
a.     secara neto dari dampak pajak terkait, atau
b.  sebelum dampak pajak terkait disertai dengan total pajak penghasilan yang terkait dengan pos tersebut.

Jika entitas memilih alternatif (b), maka entitas mengalokasikan pajak pada pos-pos yang mungkin direklasifikasi selanjutnya ke bagian laba rugi dan yang tidak akan direklasifikasi selanjutnya ke bagian laba rugi. Entitas mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi yang terkait dengan komponen penghasilan komprehensif lain.

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain atau Catatan atas Laporan Keuangan

Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material, maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah. Penyebab pengungkapan terpisah:

           penurunan nilai persediaan /aset tetap dan pemulihannya
           restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap liabilitas diestimasi  atas biaya restrukturisasi;
           pelepasan aset tetap;
           pelepasan investasi;
           operasi yang dihentikan;
           penyelesaian litigasi; dan
           pembalikan liabilitas diestimasi lain.

Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas, mana yang dapat menyediakan informasi yang lebih andal dan relevan. Pemilihan klasifikasi berdasarkan faktor historis dan industri.

Klasifikasi berdasarkan sifat lebih mudah karena tidak perlu alokasi beban menurut fungsi. Contoh dari klasifikasi dengan menggunakan metode sifat beban adalah sebagai berikut :













Klasifikasi berdasarkan fungsi beban atau biaya penjualan dan mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan. Sekurang-kurangnya entitas mengungkapkan biaya penjualannya berdasarkan metode ini secara terpisah dari beban lain. Metode ini dapat memberikan informasi yang lebih relevan kepada pengguna Laporan Keuangan, namun pengalokasian biaya berdasarkan fungsi mungkin membutuhkan pengalokasian secara arbiter dan pertimbangan yang matang. Contoh klasifikasi berdasarkan metode fungsi beban adalah sebagai berikut :














Bersambung....
loading...

Posting Komentar

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan