INFO UPDATE

Karakter Akuntansi Sektor Publik

Akuntansi sektor publik melakukan serangkaian proses yang terdiri dari mengumpulkan, mencatat, mengklasifikasikan, menganalisis, dan membuat laporan keuangan untuk sebuah organisasi publik sehingga informasi keuangan bagi pihak yang membutuhkan bisa tersedia. 

American Accounting Association (1970) dalam Glynn (1993) menyatakan bahwa tujuan akuntansi sektor publik adalah memberikan informasi untuk mengelola suatu operasi dan alokasi sumber daya kepada organisasi secara ekonomis dan efisien terkait dengan pengendalian manajemen (management control).

Akuntansi sektor publik menyediakan informasi kepada manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab secara tepat dan efektif sehingga pegawai pemerintah sebagai bawahannya bisa melaporkan kepada publik tentang hasil operasi pemerintah dan penggunaan dana publik. 

Perbedaan akuntansi sektor publik dengan akuntansi pada sektor swasta terletak pada sifat dan karakteristik akuntansi yang disebabkan oleh lingkungan yang mempengaruhi. Komponen lingkungan yang mempengaruhi organisasi sektor publik. 

Pertama, faktor ekonomi, yaitu pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tenaga kerja, nilai tukar mata uang, infrastruktur, dan pertumbuhan pendapatan per kapita (GNP/GDP).

Kedua, faktor politik, yaitu hubungan negara dan masyarakat, legitimasi pemerintah, tipe rezim yang berkuasa, ideologi negara, elit politik dan massa, jaringan Internasional, dan kelembagaan. 

Ketiga, faktor kultural meliputi keragaman suku, ras, agama, bahasa dan budaya; sistem nilai masyarakat, historis, sosiologi masyarakat, karakteristik masyarakat, dan tingkat pendidikan. 

Keempat, faktor demografi meliputi pertumbuhan penduduk, struktur usia penduduk, migrasi, dan tingkat kesehatan.

Ruang lingkup akuntansi sektor publik meliputi badan-badan pemerintahan seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah dan unit-unit kerja pemerintah, perusahaan milik negara (BUMN dan BUMD), organisasi sukarelawan, rumah sakit, perguruan tinggi dan universitas, lembaga swadaya masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi politik dan sebagainya. 

Adapun ciri ciri atau karakteristik akuntansi sektor publik berikut ini :

Sumber daya suatu organisasi atau badan usaha berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau laba sebagai manfaat ekonomi yang setara dengan jumlah sumber daya yang diberikan. Dengan demikian akuntansi sektor publik atau akuntansi pemerintah tidak ada pencatatan laba rugi dan pembagian saham kepada para pendiri atau pemilik badan usaha.

Sektor publik atau lembaga pemerintah tidak ada kepemilikan seperti lazimnya organisasi bisnis sehingga kepemilikan organisasi nirlaba tidak bisa dijual, dialihkan, atau ditebus kembali. Kepemilikan lembaga tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran entitas. Dalam akuntansi pemerintah, pencatatan pemilikan pribadi dan pencatatan transaksi pribadi (prive) juga tidak ada.

Sistem akuntansi pemerintahan suatu negara (sektor publik) sangat dipengaruhi oleh sistem pemerintahan negara yang bersangkutan sehingga bentuk akuntansi sektor publik berbeda antara suatu negara dengan negara yang lain tergantung pada sistem pemerintahan. Sistem pemerintahan republik berbeda dengan pemerintahan yang berbentuk kerajaan (monarki).

Fungsi akuntansi sektor publik (pemerintahan) adalah untuk mencatat, menggolongkan, meringkas, dan melaporkan realisasi pelaksanaan anggaran suatu negara. Penyelenggaraan akuntansi pemerintahan tidak bisa dipisahkan dari mekanisme pengurusan keuangan dan sistem anggaran tiap-tiap negara. Pencatatan sistem anggaran pada sektor publik lebih kompleks daripada pencatatan anggaran pada perusahaan atau badan usaha komersil lainnya. Terima Kasih.
 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan