Audit Investigatif Bagian I

Pengertian Audit Investigatif 

Audit investigatif merupakan penelitian secara mendalam terhadap fakta-fakta. Penelitian tersebut berdasarkan pada informasi yang diperoleh yang mungkin berasal dari pengaduan/laporan, dugaan dan fakta-fakta, serta analisis lebih lanjut terhadap fakta-fakta tersebut yang pada akhirnya menjadi dasar untuk membuktikan atau tidak membuktikan engaduan/ laporan atau dugaan tersebut. Pengujian dilakukan secara objektif dan tidak memihak. Kegiatan ini mengharuskan diterapkannya keahlian investigasi dan forensik.

Ruang Lingkup dan Tujuan Audit investigatif 

Ruang lingkup dan analisis dalam audit investigatif diarahkan pada kemungkinan adanya pelanggaran pada peraturan perundang-undangan, ketentuan-ketentuan atau kebijakan yang telah digariskan.

Audit investigatif bertujuan untuk memperoleh dan memelihara bukti-bukti yang mendukung pelanggaran tersebut.

Pengertian Forensik dan Investigasi 

Forensik merupakan penerapan teknik-teknik untuk merekontruksi kejadian atau transaksi untuk menemukan fakta tentang “siapa, apa, di mana, bilamana, mengapa dan bagaimana” yang ada disekitar kejadian atau transaksi.

Investigasi merupakan pengujian sistematis terhadap suatu kejadian tertentu dengan mengumpulkan dan mendokumentasikan fakta yang dipermasalahkan untuk keperluan penuntutan (peradilan)

Forensik/investigatif Audit 

Istilah Audit Forensik dan Audit investigatif mengandung pengertian yang sama, karena keduanya berhubungan dengan pengujian dan analisis forensik dengan menggunakan teknik-teknik audit dan investigasi dan teknik pengumpulan data (yang mungkin kemudian hari akan digunakan sebagai bukti dalam prakara pidana atau perdata di pengadilan).

Perbedaan Audit Investigatif dengan General Audit 

Waktunya (timing) 
General Audit merupakan suatu kegiatan yang sifatnya berulang (recurring),sedangkan audit investigatif merupakan kegiatan yang tidak berulang karena bersifat spesifik pada setiap kasusnya (non recurring)

Sasarannya 
General Audit merupakan kegiatan yang pada akhirnya memberikan suatu pendapat atau rekomendasi atas suatu permasalahan, sedangankan audit investigatif sasarannya adalah untuk menentukan apakah suatu kecurigaan, pengaduan atau dugaan atas suatu pelanggaran, kecurigaan, kejahatan telah terjadi dan menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Hubungannya (relationship)
General Audit kegiatan banyak berhubungan dengan kejadian yang tidak menyangkut hukum (non adverserial), sedangkan pada audit investigatif kegiatannya banyak berhubungan dengan masalah hukum (adverserial)

Sumber datanya (source)
Sumber data dari kegiatan audit akan tergantung pada jenis auditnya. Sedangkan pada audit investigatif data yang diperoleh dapat berasal dari berbagai sumber baik data keuangan maupun data lainnya seperti hasil wawancara, dokumen maupun catatan masyarakat (publik record)

Prinsip-prinsip Audit Investigatif

Audit investigatif merupakan kegiatan penelitian dan pengujian secara mendalam dengan maksud untuk mencari kebenaran untuk menentukan bahwa kecurigaan atau dugaan terbukti atau tidak terbukti.

Kegiatan audit investigatif mencakup pemanfaatan sumber-sumber bukti yang dapat mendukung fakta yang dipermasalahan.

Semakin kecil selang antara waktu kejadian tindak kejahatan dengan waktu untuk me”respon” maka kemungkinan bahwa suatu tindak kejahatan dapat terungkap akan semakin besar.

Aturan mendasar audit investigatif terhadap tindak pidana adalah bahwa auditor investigasi pertama-tama harus menentukan apakah suatu tindak kejahatan telah dilakukan atau tidak.

Investigatif-auditor mengumpulkan fakta-fakta sedemikian hingga bukti-bukti yang diperolehnya tersebut dapat memberikan kesimpulan sendiri/menceritakan (bahwa telah terjadi tindak kejahatan dan pelaku kejahatan tersebut teridentifikasi)

Bukti fisik merupakan bukti nyata. Bukti tersebut sampai kapanpun akan selalu mengungkapkan hal yang sama.

Penggunaan tenaga ahli merupakan bantuan bagi pelaksanaan audit investigatif,bukan merupakan pengganti dari audit investigatif.

Informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan “saksi” akan sangat dipengaruhi oleh kelemahan manusia. Investigatif-auditor harus selalu berusaha untuk mengkonfirmasikan setiap pernyataan dan keterangan yang diberikan oleh “saksi”

Jika auditor mengajukan pertanyaan yang cukup kepada sejumlah orang cukup, maka akhirnya ia akan mendapatkan jawaban yang benar.

Informasi merupakan nafas dan darahnya audit investigatif. Auditor harus mempertimbangkan segala kemungkinan untuk dapat memperoleh informasi.

Pengamatan, informasi dan wawancara merupakan bagian yang penting dalam audit investigatif.

Sampai disini dulu pembahasan Audit Investgatif nya, tunggu kelanjutannya dimana kita akan membahas tahap-tahap kegiatan Audit Investigatif. Terima Kasih.

Berlangganan sekarang, untuk mendapatkan artikel terbaru tentang Ilmu Akuntansi, Audit, dan Perpajakan Gratis! :

0 Komentar Untuk "Audit Investigatif Bagian I"

Posting Komentar

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel