Konsep Dan Prinsip Laporan Keuangan Entitas Mikro, Kecil, Dan Menengah

Berikut ini, saya akan membahas Standar Akuntansi Keuangan untuk usaha mikro, kecil dan menengah. Untuk tahap awal, kita akan bahas pengenalan tentang karakteristik usaha mikro, kecil dan menengah serta konsep dasar pengakuan dan pengukuran perkiraan dalam Laporan Keuangannya.

KONSEP DAN PRINSIP PERVASIF 
Standar ini digunakan untuk entitas mikro, kecil dan menengah.

Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik yang memenuhi definisi dan kriteria usaha mikro, kecil, dan menengah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, selama dua tahun berturut-turut. 

Dapat digunakan entitas lain jika otoritas mengijinkan entitas tersebut menyusun laporan keuangan dengan menggunaan SAK EMKM.

Berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Ciri ciri UMKM adalah : manajemen berdiri sendiri, modal disediakan sendiri, daerah pemasarannya lokal, aset perusahaannya kecil, dan jumlah karyawan yang dipekerjakan terbatas. 

Asas pelaksanaan UMKM adalah kebersamaan, ekonomi yang demokratis, kemandirian, keseimbangan kemajuan, berkelanjutan, efesiensi keadilan, serta kesatuan ekonomi nasional.

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan / atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam UU ini.

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Kriteria Usaha Mikro:
Kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00 - lima puluh juta rupiah, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
Hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00 

Kriteria Usaha Kecil:
Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 - Rp 500.000.000,00, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 - Rp 2.500.000.000,00.

Kriteria Usaha Menengah :
Kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 - Rp. 10.000.000.000,00, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
Hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,00 -50.000.000.000,00.

Usaha kecil merupakan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 orang samapai dengan 19 orang. 

Usaha menengah merupakan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 20 orang sampai dengan 99 orang.

Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut. Pengguna tersebut meliputi penyedia sumber daya bagi entitas seperti kreditor maupun investor. Dalam memenuhi tujuannya, laporanan   juga   menunjukkan   pertanggungjawaban   manajemen   atas   sumber   daya   yang dipercayakan kepadanya.

Informasi posisi keuangan entitas terdiri dari informasi mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas entitas pada tanggal tertentu, dan disajikan dalam laporan posisi keuangan. Unsur-unsur tersebut didefinisikan sebagai berikut: 

(a) Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan yang dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh entitas. 

(b) Liabilitas  adalah  kewajiban  kini  entitas  yang  timbul  dari  peristiwa  masa  lalu,  yang penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomi. 

(c) Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya. 

Aset 
Manfaat ekonomi masa depan suatu aset adalah potensi aset tersebut untuk memberikan kontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap arus kas kepada entitas. Arus kas tersebut dapat timbul dari penggunaan maupun pelepasan aset.
Beberapa aset memiliki wujud,sementara beberapa aset tidak memiliki wujud (tak berwujud).Namun demikian, wujud aset tidak esensial untuk menentukan keberadaan aset. 

Liabilitas 
kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi. Kewajiban dapat berupa kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif.

Ekuitas
Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya. Klaim ekuitas adalah klaim atas hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya. Klaim ekuitas merupakan klaim terhadap entitas, yang tidak memenuhi definisi liabilitas.

Kinerja
Informasi kinerja keuangan entitas terdiri dari informasi mengenai penghasilan dan beban selama periode pelaporan, dan disajikan dalam laporan laba rugi. Unsur-unsur tersebut didefinisikan sebagai berikut: 
(a) Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama periode pelaporan dalam bentuk arus kas masuk atau kenaikan aset, atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

(b) Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama periode pelaporan dalam bentuk arus kas keluar atau penurunan aset, atau kenaikan liabilitas yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak disebabkan oleh distribusi kepada penanam modal.

Penghasilan
Penghasilan (income) meliputi pendapatan (revenues) dan keuntungan (gains).
(a) Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang normal,yang dikenal dengan berbagai sebutan, misalnya: penjualan, imbalan, bunga,dividen, royalti, dan sewa. 

(b) Keuntungan mencerminkan akun lain yang memenuhi definisi penghasilan namun tidak termasuk dalam kategori pendapatan, misalnya: keuntungan dari pelepasan aset.

Beban
Beban mencakup beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang normal dan kerugian. 

(a) Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang normal meliputi, misalnya, beban pokok penjualan, upah, dan penyusutan.

(b) Kerugian mencerminkan akun lain yang memenuhi definisi beban namun tidak termasuk dalam kategori beban yang timbul dari pelaksanaan aktivitas entitas yang normal, misalnya: kerugian dari pelepasan aset.

PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN
Pengakuan unsur laporan keuangan merupakan proses pembentukan suatu akun dalam laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi yang memenuhi definisi suatu unsur dan memenuhi kriteria sebagai berikut: 

(a) manfaat ekonomi yang terkait dengan pos tersebut dapat dipastikan akan mengalir ke dalam atau keluar dari entitas; dan 

(b) akun tersebut memiliki biaya yang dapat diukur dengan andal. 

Manfaat Ekonomi Masa Depan 
Kriteria pengakuan mengacu pada saat dapat dipastikan bahwa manfaat ekonomi masa depan yang terkait dengan akun tersebut akan mengalir ke dalam atau keluar dari entitas. Pengkajian derajat ketidakpastian yang melekat pada aliran manfaat ekonomi masa depan dilakukan atas dasar bukti yang terkait dengan kondisi yang tersedia pada akhir periode pelaporan saat penyusunan laporan keuangan. Penilaian itu dibuat secara individu untuk akunakun yang signifikan secara individual dan secara kelompok dari suatu populasi besar untuk akun-akun yang tidak signifikan secara individual. 

Keandalan Pengukuran 
Kriteria kedua untuk pengakuan suatu pos adalah adanya biaya yang dapat diukur dengan andal. Dalam banyak kasus, biaya suatu akun dapat diukur dengan andal. Dalam kasus lainnya, biaya tersebut harus diestimasi. Jika pengukuran yang layak tidak mungkin dilakukan, maka akun tersebut tidak diakui dan tidak disajikan dalam laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi. 

PENGUKURAN UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN 
Pengukuran  adalah  proses  penetapan  jumlah  uang  untuk  mengakui  aset,  liabilitas, penghasilan, dan beban di dalam laporan keuangan.

Dasar pengukuran unsur laporan keuangan dalam SAK EMKM adalah biaya historis. Biaya historis suatu aset adalah sebesar jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan. Biaya historis suatu liabilitas adalah sebesar jumlah kas atau setara kas yang diterima atau jumlah kas yang diperkirakan akan dibayarkan untuk memenuhi liabilitas dalam pelaksanaan usaha normal.

MATERIALITAS 
Relevansi  informasi dipengaruhi oleh hakikat  dan materialitasnya.  Kelalaian untuk mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement) akun-akun laporan keuangan adalah material jika, baik secara sendiri maupun bersama, dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan. Materialitas bergantung pada ukuran dan sifat dari   kelalaian   untuk   mencantumkan   atau   kesalahan   dalam   mencatat   tersebut   dengan memperhatikan keadaan terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan keuangan atau gabungan dari keduanya dapat menjadi faktor penentu. 

ASUMSI DASAR 

Dasar Akrual 
Entitas menyusun laporan keuangan dengan menggunakan dasar akrual. Dalam dasar akrual,  akun-akun  diakui  sebagai  aset,  liabilitas,  ekuitas,  penghasilan,  dan  beban ketika memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk masing-masing akun-akun tersebut. 

Kelangsungan Usaha 
Pada saat menyusun laporan keuangan, manajemen menggunakan SAK EMKM dalam membuat penilaian atas kemampuan entitas untuk melanjutkan usahanya di masa depan (kelangsungan  usaha).  Entitas  mempunyai  kelangsungan  usaha,  kecuali  jika manajemen bermaksud  melikuidasi  entitas  tersebut  atau  menghentikan  operasi  atau tidak  mempunyai alternatif realistis kecuali melakukan hal-hal tersebut. 

Jika entitas tidak menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, maka entitas mengungkapkan fakta mengapa entitas tidak mempunyai kelangsungan usaha. 

Konsep Entitas Bisnis 
Entitas menyusun laporan keuangan berdasarkan konsep entitas bisnis. Entitas bisnis, baik yang merupakan usaha perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, maupun badan usaha yang berbadan hukum, harus dapat dipisahkan secara jelas dengan pemilik bisnis tersebut maupun dengan entitas-entitas lainnya. Transaksi yang berkaitan dengan bisnis tersebut harus dapat dipisahkan dari transaksi pemilik bisnis tersebut, maupun dari transaksi entitas lainnya.

PENGAKUAN DALAM LAPORAN KEUANGAN 

Aset 
Aset diakui dalam laporan posisi keuangan ketika manfaat ekonominya di masa depan dapat dipastikan akan mengalir ke dalam entitas dan aset tersebut memiliki biaya yang dapat diukur dengan andal. Aset tidak diakui dalam laporan posisi keuangan jika manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam entitas walaupun pengeluaran telah terjadi. Sebagai alternatif, transaksi tersebut menimbulkan pengakuan beban dalam laporan laba rugi. 

Liabilitas 
Liabilitas diakui dalam laporan posisi keuangan jika pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat  ekonomi  dipastikan akan dilakukan untuk  menyelesaikan kewajiban entitas dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur secara andal. 

Penghasilan 
Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi jika kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan kenaikan aset atau penurunan liabilitas telah terjadi dan dapat diukur secara andal.

Beban 
Beban diakui dalam laporan laba rugi jika penurunan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau kenaikan liabilitas telah terjadi dan dapat diukur secara andal. 

SALING HAPUS 
Saling hapus antara aset dan liabilitas atau penghasilan dan beban tidak diperkenankan, kecuali disyaratkan atau diizinkan oleh SAK EMKM. Jika aktivitas normal entitas tidak termasuk membeli dan menjual aset tetap, maka entitas melaporkan keuntungan dan kerugian atas pelepasan aset tetap tersebut dengan mengurangkan hasil penjualan aset tetap dari jumlah tercatat aset tetap dan beban penjualan terkait.

Untuk bagian pertama ini, pembahasan kita cukup sampai disini. Untuk bagian selanjutnya kita akan bahas mengenai cara penyajian Laporan Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah. Semoga artikel saya ini dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih.

Berlangganan sekarang, untuk mendapatkan artikel terbaru tentang Ilmu Akuntansi, Audit, dan Perpajakan Gratis! :

6 Komentar Untuk "Konsep Dan Prinsip Laporan Keuangan Entitas Mikro, Kecil, Dan Menengah"

  1. Artikel yang menarik gan! jadi tambah ilmu nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih gan, jangan lupa sering2 berkunjung ke blog ane

      Hapus
  2. mntap ini info yg ane cari" thanks ya gan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks gan, semoga bermanfaat. Sering2 berkunjung ke blog ane gan

      Hapus
  3. Sangat bermanfaat untuk teman saya yang di Ekonomi.

    BalasHapus

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel