INFO UPDATE

Penyajian Laporan Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah

Berikut ini saya akan membahas tentang bagaimana bentuk dan kriteria Laporan Keuangan untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) bab 3 sampai bab 6.

Penyajian laporan keuangan entitas mikro, kecil dan menengah menurut SAK EMKM Bab III disajikan secara wajar. Penyajian wajar mensyaratkan penyajian jujur atas pengaruh transaksi, peristiwa, dan kondisi lain yang sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, liabilitas, penghasilan, dan beban yang dijelaskan dalam Konsep dan Prinsip Pervasif.

Penyajian wajar laporan keuangan mensyaratkan entitas untuk menyajikan informasi untuk mencapai tujuan:
  1. relevan: informasi dapat digunakan oleh pengguna untuk proses pengambilan keputusan. 
  2. representasi tepat: informasi disajikan secara tepat atau secara apa yang seharusnya disajikan dan bebas dari kesalahan material dan bias.
  3. keterbandingan: informasi dalam laporan keuangan entitas dapat dibandingkan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Informasi dalam laporan keuangan entitas juga dapat dibandingkan antar entitas untuk mengevaluasi posisi dan kinerja keuangan. 
  4. keterpahaman: informasi yang disajikan dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna. Pengguna  diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai serta kemauan untuk mempelajari informasi tersebut dengan ketekunan yang wajar.
Entitas yang laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK EMKM membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK EMKM dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas tidak dapat mendeskripsikan bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK EMKM, kecuali laporan keuangan tersebut telah patuh terhadap seluruh persyaratan dalam SAK EMKM.

Penyajian dan klasifikasi akun-akun dalam laporan keuangan antar periode entitas disusun secara konsisten, kecuali:

(a) Telah terjadi perubahan yang signifikan atas sifat operasi entitas atau jika perubahan penyajian atau klasifikasi akun-akun dalam laporan keuangan menghasilkan penyajian yang lebih sesuai dengan mempertimbangkan kriteria pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi atau 
(b) SAK EMKM mensyaratkan perubahan penyajian.

Jika penyajian atau klasifikasi akun-akun laporan keuangan diubah, maka entitas mereklasifikasikan jumlah komparatif, kecuali jika reklasifikasi tidak praktis.

Entitas menyajikan informasi komparatif yaitu informasi satu periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan periode berjalan.

Laporan keuangan entitas mikro, kecil dan menengah minimum terdiri dari: 
(a) Laporan posisi keuangan pada akhir periode; 
(b) Laporan laba rugi selama periode; 
(c) Catatan atas laporan keuangan, yang berisi tambahan dan rincian akun-akun tertentu yang relevan. 

laporan keuangan lengkap menyajikan minimum dua periode untuk setiap laporan keuangan yang disyaratkan dan catatan atas laporan keuangan yang terkait.

Entitas mengidentifikasi secara jelas setiap laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Selain itu, entitas menunjukkan informasi berikut dengan jelas dan diulangi bilamana perlu untuk pemahaman informasi yang disajikan: 
(a) Nama entitas yang menyusun dan menyajikan laporan keuangan; 
(b) Tanggal akhir periode pelaporan dan periode laporan keuangan; 
(c) Rupiah sebagai mata uang penyajian; dan 
(d) Pembulatan angka yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan.

LAPORAN POSISI KEUANGAN

laporan posisi keuangan dan bagaimana menyajikannya. Laporan posisi keuangan menyajikan informasi tentang aset, liabilitas, dan ekuitas entitas pada akhir periode pelaporan.

Laporan posisi keuangan entitas dapat mencakup akun-akun berikut:
(a) kas dan setara kas; 
(b) piutang; 
(c) persediaan; 
(d) aset tetap; 
(e) utang usaha; 
(f) utang bank; 
(g) ekuitas.

Entitas menyajikan akun dan bagian dari akun dalam laporan posisi keuangan jika penyajian tersebut relevan untuk memahami posisi keuangan entitas.

SAK EMKM tidak menentukan format atau urutan terhadap akun-akun yang disajikan. Meskipun demikian, entitas dapat menyajikan akun-akun aset berdasarkan urutan likuiditas dan akun-akun liabilitas berdasarkan urutan jatuh tempo.

Entitas dapat menyajikan aset lancar dan aset tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang secara terpisah di dalam laporan posisi keuangan.

Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar jika: 
  1. diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan, dalam jangka waktu siklus operasi normal entitas; 
  2. dimiliki untuk diperdagangkan; 
  3. diharapkan akan direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan; atau 
  4. berupa kas atau setara kas, kecuali jika dibatasi penggunaannya dari pertukaran atau digunakan untuk menyelesaikan liabilitas setidaknya 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.

Entitas mengklasifikasikan semua aset lainnya sebagai tidak lancar. Jika siklus operasi normal entitas tidak dapat diidentifikasi dengan jelas, maka siklus operasi diasumsikan 12 bulan.

Entitas mengklasifikasikan liabilitas sebagai liabilitas jangka pendek jika:
  • diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi entitas; 
  • dimiliki untuk diperdagangkan; 
  • kewajiban akan diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan;atau 
  • entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. 

Entitas mengklasifikasikan semua liabilitas lainnya sebagai liabilitas jangka panjang.

LAPORAN LABA RUGI 

Laporan laba rugi entitas dapat mencakup akun-akun sebagai berikut: 
(a) pendapatan; 
(b) beban keuangan; 
(c) beban pajak;

Entitas menyajikan akun dan bagian dari akun dalam laporan laba rugi jika penyajian tersebut relevan untuk memahami kinerja keuangan entitas.

Laporan laba rugi memasukkan semua penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode, kecuali SAK EMKM mensyaratkan lain. SAK EMKM mengatur perlakuan atas dampak koreksi atas kesalahan dan perubahan kebijakan akuntansi yang disajikan sebagai penyesuaian retrospektif terhadap periode yang lalu dan bukan sebagai bagian dari laba atau rugi dalam  periode terjadinya perubahan.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Catatan atas laporan keuangan memuat: 
(a)  suatu pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK EMKM; 
(b)  ikhtisar kebijakan akuntansi; 
(c)  informasi tambahan dan rincian akun tertentu yang menjelaskan transaksi penting dan material sehingga bermanfaat bagi pengguna untuk memahami laporan keuangan.

Jenis informasi tambahan dan rincian yang disajikan bergantung pada jenis kegiatan usaha yang dilakukan oleh entitas.

Catatan atas laporan keuangan disajikan secara sistematis sepanjang hal tersebut praktis. Setiap akun dalam laporan keuangan merujuk-silang ke informasi terkait dalam catatan atas laporan keuangan.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat contoh Laporan Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah berikut ini :


 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan