Prosedur Audit Subtantif Saldo Kas dan Bank

Sahabat akuntansi, hari ini Saya akan membahas beberapa prosedur audit yang dilakukan oleh seorang Auditor untuk audit akun Kas dan Bank.


Tujuan Audit Kas dan Bank :

Untuk menentukan bahwa : 

Saldo kas dan bank yang tercantum di neraca benar-benar ada, dimiliki oleh perusahaan dan disajikan secara wajar. 

Semua transaksi kas dan bank telah dicatat sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku (sebagai aktiva lancar dan bila saldo kredit disajikan sebagai kewajiban). 

Semua pembatasan-pembatasan atas penggunaan kas dan rekening bank berikut aktiva yang dijadikan jaminan (misalnya saham-saham yang dipakai sebagai jaminan atas cerukan) telah diungkapkan di dalam catatan atas Laporan Keuangan. 

PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF PENDAHULUAN

K a s : 

Tentukan unsur-unsur kas dengan melihat pada catatan perusahaan. Buat daftar yang menunjukkan penanggung jawab kas (kasir), lokasi dan jumlah saldo kas tersebut. Tentukan dana kas mana yang akan dihitung atau dikonfirmasi. 

Lakukan perhitungan atas dana kas yang sudah ditentukan (lihat Petunjuk Program Audit Pengujian Substantif untuk Penghitungan Kas). 

B a n k :

Tanyakan apakah di dalam perkiraan bank termasuk juga dana-dana lain diluar yang dimiliki perusahaan, misalnya dana perserikatan karyawan atau dana tabungan karyawan. 

Dapatkan copy rekonsiliasi bank untuk semua bank yang ada. Pilih bank rekonsiliasi mana yang akan diperiksa dan lakukan pengujian terhadap rekonsiliasi bank tersebut. 

Periksa cek-cek yang telah lama dikeluarkan tetapi belum diuangkan dan jika perlu dicatat kembali sebagai hutang. 

Pemindahan dana antar bank, dapatkan dari perusahaan daftar pemindahan dana antar bank untuk masa beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca : 
Pemindahan didalam perusahaan yaitu: Pemindahan antar bank, Pemindahan antar rekening. Serta pemindahan antara perusahaan dengan cabangnya. 

Periksa pemindahan dana dalam jumlah yang besar ke dokumen-dokumen pendukungnya. 

Periksa apakah transaksi-transaksi tersebut telah dicatat pada periode yang sama. Jika ada transaksi yang belum dicatat oleh bank maka transaksi ini dimasukkan sebagai unsur rekonsiliasi. 

PEMERIKSAAN AKHIR TAHUN

Jika dana kas jumlahnya material, yakinkan bahwa pembayaran-pembayaran dalam jumlah besar yang dilakukan sebelum tanggal neraca telah dibukukan pada perkiraan yang tepat dan tidak termasuk lagi dalam perkiraan kas.

Untuk dana kas di cabang-cabang yang jumlahnya material, kirimkan konfirmasi untuk saldo pada tanggal neraca.

Kirim konfirmasi bank ke semua bank yang mempunyai hubungan dengan perusahaan.

Minta copy rekonsiliasi bank untuk semua bank per tanggal neraca dan lakukan prosedur berikut :
Periksa ketelitian penjumlahan dari rekonsiliasi tersebut.
Bandingkan saldo bank pada rekonsiliasi dengan jawaban konfirmasi yang diterima Auditor langsung dari bank.
Bandingkan saldo per buku pada rekonsiliasi dengan saldo yang tercantum di buku besar.
Periksa transaksi yang tidak lazim yang ada dalam rekonsiliasi ke dokumen pendukungnya

Dapatkan langsung dari bank atau dari perusahaan copy rekening koran untuk masa paling sedikit satu minggu setelah tanggal neraca. Periksa transaksi-transaksi yang tidak lazim.

Jika perusahaan mempunyai saldo kas dalam mata uang asing :
Tentukan apakah saldo ini telah dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs pada akhir tahun.
Jelaskan jika ada pembatasan-pembatasan atas penggunaan dana tersebut.

Jika terdapat indikasi adanya cek-cek yang dibuat sebelum tanggal neraca tetapi dikeluarkan setelah tanggal neraca :
Tanyakan apakah ada penundaan dalam pengeluaran cek tersebut.
Pada rekonsiliasi bank periksa cek-cek yang telah lama beredar atau belum diuangkan untuk jangka waktu yang lama.
Pertimbangkan apakah diperlukan ayat jurnal balik (reversing entries).

Lakukan penelaahan menyeluruh untuk transaksi-transaksi kas yang terjadi beberapa hari sebelum dan setelah tanggal neraca, dan periksa transaksi-transaksi yang tidak lazim misalnya, penurunan sementara atas wesel bayar, pembayaran kepada pegawai tertentu dan lain-lain.

Tentukan apakah ada pembatasan penggunaan dana kas tertentu atas harta-harta yang dijadikan jaminan atas pinjaman bank dengan melihat pada jawaban rekonsiliasi bank, perjanjian kredit, risalah rapat atau dokumen-dokumen lain.

Buat Jurnal Koreksi (bila ada) dan kesimpulan Hasil Audit

PENGUJIAN SUBSTANTIF UNTUK REKONSILIASI BANK

Periksa ketelitian penjumlahan pada rekonsiliasi bank.

Bandingkan saldo per buku yang ada di rekonsiliasi dengan saldo per buku besar. Bandingkan saldo per bank yang ada di rekonsiliasi dengan saldo menurut rekening koran.

Dapatkan dari perusahaan atau langsung dari bank rekening koran untuk masa satu minggu setelah tanggal Neraca.

Periksa cek-cek yang dibayarkan dan debit memo yang tercantum dalam rekening koran setelah tanggal neraca tetapi dicatat dalam buku sebagai transaksi sebelum tanggal neraca. Yakinkan bahwa cek-cek ini tampak sebagai unsur rekonsiliasi.

Bandingkan nomor dan nilai cek yang masih beredar yang tampak pada rekonsiliasi dengan buku pengeluaran kas untuk menyakinkan bahwa transaksi tersebut telah dicatat pada atau sebelum tanggal Neraca.

Periksa seluruh penyetoran dalam perjalanan (deposit in transit) per rekonsiliasi ke :
Rekening Koran yang diperoleh
Buku Bank dan dicatat pada atau sebelum tanggal neraca.

Periksa unsur-unsur rekonsiliasi yang jumlahnya material ke dokumen pendukungnya. Periksa pula hal-hal yang material dan tidak lazim, misalnya cek yang dikembalikan oleh bank.

Demikian prosedur-prosedur Audit untuk akun Kas dan Bank, semoga bermanfaat bagi sahabat Akuntansi. Terima Kasih.

Berlangganan sekarang, untuk mendapatkan artikel terbaru tentang Ilmu Akuntansi, Audit, dan Perpajakan Gratis! :

0 Komentar Untuk "Prosedur Audit Subtantif Saldo Kas dan Bank"

Posting Komentar

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel