PSAK 69 - Tentang Agrikultur

Sahabat Akuntansi, kali ini Saya akan bahas tentang PSAK 69 tentang Agrikultur semoga bermanfaat bagi sahabat akuntansi.


Agrikultur memiliki sifat yang spesifik, sehingga Cost model (historical cost) sulit diterapkan karena perkembangan dan pertumbuhan (growth and regeneration) tidak diketahui. 

Karakteristik unik dari Agrikultur yaitu :
Kenaikan aset melalui proses pertumbuhan
Pendapatan dikaitkan dengan pertumbuhan aset atau pada saat penjualan.

Laporan keuangan perusahaan agrikultur dengan cost model: 
Tidak dapat memperlihatkan nilai yang sesungguhnya karena aset dicatat sebesar biaya yang dikeluarkan.


Nilai tercatat aset tidak mencerminkan kualitas ternak.


Alokasi biaya yang arbriter, proses amortisasi atas biaya yang diakumulasikan. Alokasi antara produk yang terjual dan produk belum terjual.


Aset dapat berupa aset berumur panjang seperti pohon atau berumur sangat singkat seperti ayam, padi.


Latar belakang terbentuknya PSAK 69 antara lain:

IAS 41 dikeluarkan Februari 2001

IAS 41 terakhir telah disesuaikan dengan standar lain yang dikeluarkan sempai dengan tahun 2009.


Beberapa negara keberatan dengan standar ini – Malaysia terkait akuntansi atas bearer aset


IAS 41 diamandemen (tanaman produktif sebagai aset tetap), keluar tahun 2014 dan efektif berlaku 1 Januari 2016.


Indonesia terlambat mengadopsi IAS 41 karena menunggu amandemen IAS 41 terkait bearer asset.


ED PSAK 69 Agrikultur dikeluarkan pada pertengahan tahun 2015 dan disahkan pada Desember 2015.


PSAK 69 efektif 1 Januari 2018.


Konsep umum Agrikultur yaitu :

Mengatur tentang aset biologis dan produk agrikultur.

Aset biologis:

Menghasilkan produk agrikultur : sapi menghasilkan susu 

Menjadi produk agrikultur : sapi menghasilkan daging


Menghasilkan aset biologis sebagai produk : sapi melahirkan anak sapi


Aset biologis yaitu tanaman dan hewan selama hidup


Produk agrikultur yaitu hasil panen dari aset biologis, PSAK 69 hanya mengatur pengukuran
pada saat titik pemanenan.


Panen / Harvest adalah pemisahan produksi dari aset biologis atau penghentian proses kehidupan suatu aset biologis.

Aset biologis dinilai sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), baik pada pengakuan pertama maupun pada tanggal laporan;

Produk agrikultur dinilai dengan nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), pada pengakuan pertama;

Perubahan nilai diakui sebagai pendapatan utama dalam laba rugi periode berjalan;

Pengungkapan yang disyaratkan lebih banyak yaitu pertumbuhan / perubahan asset biologis.


Ruang Lingkup dari PSAK 69 mencakup :

Aset biologis, kecuali tanaman produktif (bearer plants);
Produk agrikultur pada titik panen; dan
Hibah pemerintah yang termasuk dalam paragraf 34 dan 35.

Tidak diterapkan kepada :
Tanah terkait dengan aktivitas agrikultur;
Tanaman produktif yang terkait dengan aktivitas agrikultur, tetapi tetap berlaku untuk produk dari tanaman produktif;
Hibah pemerintah yang terkait dengan tanaman produktif;
Aset takberwujud yang terkait dengan aktivitas agrikultur;


Beberapa definisi dalam PSAK 69 yakni :

Aktivitas agrikultur (agricultural activity) adalah manajemen transformasi biologis dan panen aset biologis oleh entitas untuk dijual atau untuk dikonversi menjadi produk agrikultur atau menjadi aset biologis tambahan.

Aset biologis (biological asset) adalah hewan atau tanaman hidup.

Biaya untuk menjual (cost to sell) adalah biaya inkremental yang diatribusikan secara langsung untuk pelepasan aset, tidak termasuk beban pembiayaan dan pajak penghasilan.

Kelompok aset biologis (group of biologiscal asset) adalah penggabungan dari hewan atau tanaman hidup yang serupa.

Panen (harvest) adalah pelepasan produk dari aset biologis atau pemberhentian proses kehidupan aset biologis.

Produk agrikultur (agricultural produce) adalah produk yang dipanen dari aset biologis milik entitas.

Tanaman produktif (bearer plant) adalah tanaman hidup yang: 
digunakan dalam produksi atau penyediaan produk agrikultur; 
diharapkan untuk menghasilkan produk untuk jangka waktu lebih dari satu periode; dan memiliki kemungkinan yang sangat jarang untuk dijual sebagai produk agrikultur, kecuali untuk penjualan sisa yang insidental (incidental scrap).

Transformasi biologis (biological transformation) terdiri dari proses pertumbuhan, degenerasi, produksi, dan prokreasi yang mengakibatkan perubahan kualitatif atau kuantitatif aset biologis.

Tanaman Produktif (Bearer Plants) :

Berikut ini bukan merupakan tanaman produktif (bearer plants):
Tanaman yang dibudidayakan untuk dipanen sebagai produk agrikultur – pohon untuk diambil kayunya.
Tanaman yang dibudidayakan untuk menghasilkan produk agrikultur dan juga akan memanen dan menjual tanaman tersebut sebagai produk agrikultur. contoh, pohon yang dibudidayakan baik untuk buahnya maupun potongan kayu); dan
Tanaman semusim (annual crops) (sebagai contoh, jagung dan gandum).

Penjualan sisa tidak akan mengubah tanaman sebagai bearer plant.

Produk yang tumbuh pada tanaman produktif merupakan aset biologis.

Aktivitas agrikultur mencakup berbagai aktivitas; sebagai contoh, peternakan, kehutanan, tanaman semusim (annual) atau tahunan (perennial), budidaya kebun dan perkebunan, budidaya bunga, dan budidaya perikanan (termasuk peternakan ikan).


Terdapat karakteristik umum tertentu dalam keanekaragaman ini: 
Kemampuan untuk berubah.
Manajemen perubahan. Manajemen yang mendukung transformasi biologis dengan meningkatkan, atau setidaknya menstabilkan, kondisi yang diperlukan agar proses tersebut dapat terjadi.Perlu dibebankan aktivitas agrikultur dari aktivitas lain seperti penangkapan ikan laut dan penebangan hutan bukan merupakan aktivitas agrikultur; dan

Pengukuran perubahan. Perubahan:
Kualitas (keunggulan genetik, kepadatan, kematangan, kadar lemak, kadar protein, dan kekuatan serat) atau Kuantitas (keturunan, berat, meter kubik, panjang atau diameter serat, dan jumlah tunas) yang dihasilkan oleh transformasi biologis atau panen diukur dan dipantau sebagai fungsi manajemen yang rutin.

Sahabat Akuntansi pembahasan tentang PSAK 69 Agrikultur masih akan berlanjut, untuk saat in sampai disini dulu. Semoga Bermanfaat. Terima Kasih.

Berlangganan sekarang, untuk mendapatkan artikel terbaru tentang Ilmu Akuntansi, Audit, dan Perpajakan Gratis! :

0 Komentar Untuk "PSAK 69 - Tentang Agrikultur"

Posting Komentar

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel