INFO UPDATE

Prosedur Audit Subtantif Saldo Persediaan

Sahabat akuntansi, setelah sekian lama saya tidak membahas tentang Audit Eksternal, maka hari ini saya akan melanjutkan artikel sebelumnya yaitu mengenai prosedur audit subtantif yang dilakukan oleh Auditor Eksternal untuk meyakini suatu perkiraan.

Pada kesempatan ini Saya akan membahas tentang prosedur audit subtantif untuk akun Persediaan, dimana setiap Entitas Usaha akun ini merupakan akun yang sangat material dan sensitif bagi para pihak yang berkepentingan dengan Entitas tersebut. Tidak panjang lebar berikut prosedur audit subtantif yang umum nya dilakukan oleh Auditor Eksternal.

Tujuan prosedur ini adalah untuk menentukan bahwa  :
  1. Persediaan secara fisik benar-benar ada.
  2. Prosedur pisah batas (cut-off) persediaan telah dilakukan dengan memuaskan.
  3. Persediaan telah dinilai sesuai dengan Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia yang diterapkan secara konsisten.
  4. Persediaan yang bergerak lambat (slow moving), usang, rusak, dapat di identifikasi kan dengan tepat dan dicadangkan dalam jumlah yang memadai.
  5. Perhitungan matematis dalam daftar persediaan telah dibuat dengan cermat.
  6. Persediaan yang dijamin kan telah diidentifikasi kan dan diungkapkan dengan jelas dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

PROSEDUR PENGUJIAN AWAL

Rencana Pengamatan dan Penghitungan

Buat rencana terlebih dahulu sebelum mengadakan pengamatan (observation) dan penghitungan (inventory taking) sebagai berikut :

Minta pada entitas alamat lokasi tempat persediaan yang akan dihitung dan buat rencana bersama klien untuk mengunjungi tempat tersebut.

Dalam kunjungan ke lokasi tersebut hendaknya Auditor dapat melihat susunan fisik (physical lay-out) dari persediaan barang-barang dan sekaligus juga dapat menetapkan Auditor dan luasnya pengamatan dalam perhitungan dan sampel yang akan diambilnya nanti.

Review instruksi atas penghitungan fisik persediaan yang dibuat oleh Entitas. Evaluasi Instruksi atas Penghitungan Fisik Persediaan Klien.

Bicarakan prosedur-prosedur penghitungan persediaan dengan staf Entitas, yang bertanggung jawab atas masalah ini.

Tentukan apakah ada persediaan yang disimpan di luar lokasi-lokasi tersebut di atas dan apakah persediaan tersebut (kalau ada) harus diamati penghitungan-nya, dikonfirmasi dan atau ada prosedur audit lainnya.

Tentukan apakah ada barang-barang konsinyasi, kalau ada, minta kepada Entitas agar memberikan keterangan tertulis yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang yang menerangkan bahwa barang tersebut tidak dicatat sebagai persediaan perusahaan.

Pengamatan dan Pengujian Kuantitas Inventory Taking

Tentukan ketepatan kuantitas persediaan sebagai berikut  :

Lakukan prosedur "Cut-off" (Pisah Batas Data).  Catat tanggal "Cut-off", nomor terakhir dokumen-dokumen penerimaan dan pengiriman seperti faktur penjualan tunai, slip permintaan barang (requisition slip), laporan-laporan penerimaan, bukti pengambilan barang dan sebagainya.  Perhatikan bahwa tidak ada penjualan atau penerimaan sebelum tanggal cut-off dan tidak ada penerimaan sesudah tanggal cut-off yang termasuk dalam persediaan.

Lakukan observasi atas penghitungan fisik persediaan Entitas 

Dapatkan konfirmasi langsung mengenai barang konsinyasi yang diterima dan atau di gudang yang tidak termasuk dalam inventory taking.  Jika jumlah tersebut di atas cukup besar dibandingkan dengan jumlah aset lancar atau jumlah seluruh aset, maka perluas prosedur dengan melakukan inspeksi atau kunjungan ketempat yang bersangkutan.

Dapatkan copy hasil penghitungan fisik persediaan.

Tes Harga dan Pencatatan

Dapatkan photocopy daftar persediaan yang terakhir dari Entitas.  Telusuri semua sampel persediaan yang telah kita hitung ke daftar tersebut.

Minta keterangan atas perbedaan yang ada dari kedua sumber dokumen tersebut kepada Pejabat yang Berwenang.

Bandingkan antara daftar persediaan dengan kartu stok (stock cards) termasuk persediaan yang kita sample, beri keterangan dan penjelasan apabila ada perbedaan.

Bila terdapat perbedaan yang material, yakinkan bahwa :

  1. Perbedaan tersebut telah dicari sebab-sebabnya dan dilakukan koreksi, bila perlu.
  2. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh staff yang bukan orang gudang atau yang menyimpan buku pembantu persediaan.
  3. Hasil dari pemeriksaan tersebut beserta koreksinya bila ada, diperiksa dan disetujui oleh Pejabat yang Berwenang.

Untuk barang yang sudah terjual, tapi masih terdapat pada gudang perusahaan, yakinkan bahwa penjualan tersebut telah dicatat pada pembukuan perusahaan.

Review jenis barang-barang yang berharga (harganya cukup mahal), yakinkan persediaan tersebut dengan prosedur lain (alternative procedures) kalau tidak termasuk dalam penghitungan kita sebelumnya.

Lihat komposisi persediaan, apakah cukup memadai proporsinya kalau dibandingkan dengan kebutuhan perusahaan.

Perhatikan apakah buku persediaan yang dicatat secara perpetual telah disesuaikan dengan hasil penghitungan fisik, follow-up dan beri keterangan/ penjelasan dalam kertas kerja apabila perbedaannya cukup material.

Lakukan footing atas daftar persediaan, dan sekaligus, seleksi jenis-jenis persediaan yang harganya harus di tes.

Yakinkan bahwa jumlah persediaan, harga dan perhitungan total keseluruhan nilai persediaan dilakukan oleh staff selain orang gudang atau orang yang menyimpan daftar pembantu persediaan dan telah diperiksa oleh Pejabat yang Berwenang atau atasannya.

Periksa nilai persediaan yang telah di seleksi tersebut di atas sebagai  berikut :

a. Yakinkan bahwa metode penilaian persediaan telah dilakukan secara konsisten dengan tahun sebelumnya.

b. Atas bahan baku, yakinkan dan lakukan :
Periksa harga pembelian persediaan yang di seleksi ke faktur supplier atau dokumen lainnya yang relevan. Apabila digunakan biaya standar, bandingkan nilainya dengan daftar biaya standar.

Atas barang dalam proses, dapatkan laporan produksi dan periksa :
Biaya Bahan Baku
Untuk tiap jenis persediaan barang dalam proses, dapatkan rincian bahan baku yang telah digunakan.

Upah Langsung
Dapatkan jumlah upah buruh langsung dengan memeriksa ke job sheet, pencatatan gaji atau dokumen pendukung lainnya.

Biaya Tidak Langsung
Periksa kewajaran dan konsistensi dari biaya-biaya yang digolong kan sebagai biaya tidak langsung.

Evaluasi metode pengalokasian biaya tidak langsung dan konsistensinya serta kebenaran perhitungannya.

Dalam hal digunakan biaya Standar, bandingkan tiap-tiap komponen barang dalam proses dengan harga standarnya.

Atas barang jadi, dapatkan laporan produksi dan lakukan langkah-langkah seperti pada butir-butir pada barang dalam proses sebelumnya.

Seandainya Entitas menganut biaya standar, evaluasi kewajaran penyimpangan (variance) yang terjadi.

Bandingkan nilai/harga persediaan yang ada pada tanggal neraca dengan harga pasar yang berlaku secara sampel.

Perhatikan potongan harga, apakah sudah dieliminasi dalam menentukan harga persediaan.

Perhatikan sistem penentuan harga untuk persediaan yang digunakan oleh intern perusahaan, apakah juga dimasukkan unsur laba dalam penentuan harganya.

Tentukan apakah ada persediaan yang bergerak lambat, usang, termasuk dalam daftar persediaan, dengan prosedur membandingkan daftar persediaan tahun berjalan dengan daftar persediaan tahun lalu.

Tentukan cadangan untuk persediaan yang bergerak lambat, usang, kerusakan dan sebagainya dan yakinkan bahwa hal tersebut telah dikurangkan dari nilai persediaan yang ada.

Cantumkan pendapat auditor dalam kertas kerja mengenai kewajaran cadangan tersebut di atas.

Persediaan dalam Perjalanan (in Transit)

Dapatkan daftar persediaan dalam perjalanan dari klien.

Lakukan footing atas daftar tersebut dan bandingkan dengan buku besarnya.

Tentukan bahwa  :
  1. Persediaan tersebut benar-benar belum diterima pada saat tanggal Neraca (misalnya dengan menelaah penerimaan setelah tanggal Neraca).
  2. Apakah kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan pembelian persediaan tersebut telah dicatat kan.
  3. Pastikan apakah persediaan dalam perjalanan tersebut tidak termasuk dalam bagian perhitungan fisik persediaan.
  4. Hak atas barang telah berpindah kepada perusahaan per tanggal neraca.
  5. Barang tersebut telah dibayar atau telah dicatat sebagai hutang pada tanggal neraca.

Periksa laporan penerimaan barang dan dokumen pendukung lain setelah tanggal neraca untuk meyakinkan bahwa barang tersebut benar-benar telah diterima setelah tanggal neraca.

Periksa dan dapatkan penjelasan untuk barang dalam perjalanan yang terdapat pada daftar yang belum diterima setelah jangka waktunya lewat.

PROSEDUR PENGUJIAN AKHIR TAHUN

Bandingkan persediaan, harga pokok penjualan dengan saldo tahun sebelumnya, dan dapatkan penjelasan yang diperlukan atas  :
a. Rasio laba kotor.
b. Penjualan bersih dengan harga pokok penjualan.
c. Perputaran persediaan yang digunakan.

Dapatkan (buatkan) analisa kedepan (work forward) atau analisa ke belakang (back forward) atas transaksi buku besar dari saat penghitungan fisik hingga pada tanggal neraca dan  :
  1. Cek jumlah transaksi persediaan tersebut melalui jurnal pembelian.
  2. Bandingkan jumlahnya apakah layak bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
  3. Pastikan apakah penilaian dari persediaan tersebut pada tanggal Neraca konsisten dengan tahun sebelumnya.
  4. Selidiki semua transaksi debet dan kredit dalam jumlah yang besarnya luar biasa.

Pastikan bahwa pengiriman, penjualan, penerimaan dan pisah batas (cut-off) pembelian telah dilakukan dengan benar pada akhir tahun.

Bandingkan rekonsiliasi persediaan pada akhir tahun dengan perkiraan yang berhubungan didalam buku besar.

Apabila terdapat perbedaan, maka selidiki dengan pengujian atas dokumen-dokumen pendukungnya serta persetujuannya.

Apabila terjadi penjualan yang barangnya masih ada di perusahaan, tentukan apakah barang tersebut telah dikeluarkan dari pencatatan persediaan dalam buku besarnya.

Dapatkan informasi apakah perusahaan melakukan penghitungan fisik persediaan secara rutin, dan tentukan apakah semua persediaan telah terhitung dalam perhitungan akhir tahun.

Tentukan apakah ada persediaan yang dijamin kan sebagai jaminan.
Buat ringkasan persediaan pada akhir tahun.

Tentukan dan diskusikan dengan personel perusahaan yang berwenang tentang asuransi atas persediaan yang ada.

Yakinkan bahwa penghapusan persediaan didukung oleh bukti-bukti yang cukup misalnya adanya laporan persediaan yang didukung dengan berita acara.

Demikian beberapa prosedur umum yang biasanya dilakukan oleh Auditor Eksternal untuk meyakini nilai dari Persediaan pada Laporan Keuangan Perusahaan, mungkin terdapat beberapa perbedaan atau kekurangan atas artikel ini mohon untuk dimaklumi. Semoga artikel ini membantu pada sahabat Akuntansi. Terima Kasih.


loading...

Posting Komentar

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan