Audit Estimasi Akuntansi

Beberapa definisi estimasi dalam Audit antara lain adalah:

Accounting estimate adalah nilai yang mendekati suatu nilai uang yang digunakan jika tidak ada pengukuran yang tepat. Istilah estimasi ini digunakan untuk jumlah yang diukur dengan nilai wajar (fair value) di mana ada ketidakpastian dalam estimasi (estimation uncertainty) maupun jumlah-jumlah lain yang memerlukan estimasi.

Auditor’s point estimate atau auditor’s range adalah jumlah atau rentang jumlah yang diambil dari bukti audit untuk digunakan dalam mengevaluasi management’s point estimate.

Estimation Uncertainty adalah kerentanan estimasi akuntansi dan pengungkapan terkait dengan estimasi akuntansi itu karena ketiadaan presisi yang melekat dalam pengukuran pada setiap estimasi akuntansi.

Management bias adalah tidak netralnya manajemen dalam membuat atau menyiapkan informasi

Management’s point estimate adalah jumlah yang dipilih manajemen untuk pengakuan terhadap pengakuan estimasi akuntansi.

Outcome of an accounting estimate adalah jumlah atau nilai uang sebenarnya dari penyelesaian transaksi, peristiwa, atau kondisi yang mendasari estimasi akuntansi.

Tujuan audit estimasi adalah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai apakah :

Estimasi akuntansi, termasuk estimasi akuntansi dengan nilai wajar dalam laporan keuangan yang diakui atau yang diungkapkan adalah wajar, dan

Pengungkapan (disclosures) yang berkaitan dengan estimasi akuntansi dalam laporan keuangan sudah cukup dan sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.

Beberapa item dalam laporan keuangan tidak dapat diukur dengan tepat dan karenanya harus di estimasi atau diperkirakan jumlahnya. Estimasi akuntansi beraneka ragam tingkat kerumitannya, dan berkisar dari yang paling sederhana (seperti net realizable values atau nilai yang dapat direalisasi untuk persediaan dan piutang usaha) sampai yang lebih kompleks (seperti dalam hal pendapatan yang harus dicatat dari kontrak jangka panjang dan kewajiban di masa yang akan datang dalam hal produk yang dijual dengan jaminan tertentu).

Estimasi sering kali melibatkan banyak analisis data historis dan data tahun berjalan dan perkiraan (forecasting) mengenai peristiwa di kemudian hari seperti transaksi penjualan.

Tujuan pengukuran dari suatu estimasi bisa untuk :

Membuat perkiraan mengenai outcome satu atau lebih transaksi, peristiwa, atau kondisi yang menyebabkan estimasi akuntansi perlu dibuat, atau

Menentukan nilai dari transaksi berjalan atau item laporan keuangan berdasarkan kondisi yang ada pada tanggal pengukuran, seperti taksiran harga pasar (estimated market price) dari suatu jenis aset atau kewajiban tertentu. Ini dapat meliputi pengukuran nilai wajar (fair value measurements).

Ketika bukti audit sudah diperoleh, kewajaran estimasi dievaluasi dan luasnya salah saji diidentifikasi.

Dalam hal bukti mendukung suatu point estimate, perbedaan antara auditor’s point estimate dan management’s estimate merupakan suatu salah saji.

Dalam hal Auditor menyimpulkan bahwa dengan menggunakan auditor’s range of reasonableness (kisaran yang menurut auditor adalah wajar) memberikan bukti audit yang cukup  dan tepat, maka management’s point estimate di luar kisaran tersebut tidaklah didukung oleh bukti audit. Dalam hal itu, salah saji tidak lebih kecil dari perbedaan antara management’s point estimate dan titik terdekat dari kisaran perkiraan auditor.

Perbedaan antara hasil akhir dari suatu estimasi akuntansi dan jumlah yang semula diakui dan diungkapkan dalam laporan keuangan tidak serta merta merupakan salah saji. Ini sering terjadi dalam fair value accounting estimates dimana hasil akhir dipengaruhi oleh peristiwa atau kondisi sesudah tanggal pengukuran untuk tujuan penyajian laporan keuangan.

Untuk entitas yang lebih kecil, membuat estimasi tidak terlalu sulit karena kegiatan bisnisnya terbatas dan transaksinya juga tidak kompleks. Kadang-kadang satu orang biasanya pemilik merangkap pengelola akan mengidentifikasi kebutuhan akan estimasi akuntansi dan auditor dapat memusatkan pertanyaannya pada orang tersebut. Entitas kecil jarang menggunakan management expert yang dapat menggunakan pengetahuan dan keahiliannya untuk membuat point estimates. Dalam hal ini risiko salah saji material akibat estimasi akuntansi malah meningkat.

Jika penggunaan management expert (tenaga ahli untuk membantu manajemen) bermanfaat dalam proses estimasi, auditor perlu membahas kebutuhan ini dengan manajemen sedini mungkin dalam proses audit agar tindakan yang tepat dapat diambil.

Perhatian auditor dalam tahap penilaian risiko :

Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan entitas melakukan estimasi?
Bisa berasal dari kerangka akuntansi yang digunakan atau dari transaksi, peristiwa dan kondisi dimana entitas perlu membuat estimasi akuntansi yang kemudian diakui atau diungkapkan dalam laporan keuangan. Auditor juga bertanya kepada manajement tentang perubahan situasi yang memerlukan estimasi akuntansi yang baru atau perlunya revisi atas estimasi akuntansi yang ada.

Proses manajemen membuat estimasi
Reviu dan evaluasi proses estimasi manajemen, termasuk penyusunan asumsi yang menjadi dasar estimasi, keandalan data yang digunakan dan proses persetujuan atau reviu intern. Juga kalau ada reviu atas penggunaan management expert. Kebutuhan akan management expert timbul misalnya karena kekhususan masalah yang memerlukan estimasi, sifat teknis dari model-model yang digunakan untuk memenuhi ketentuan kerangka laporan keuangan yang berlaku dan transaksi,  peristiwa dan kondisi yang memerlukan estimasi akuntansi, bersifat unsual (istimewa) atau jarang terjadi di entitas itu.

Hasil akhir/realisasi.outcome dari estimasi yang dibuat tahun lalu
Reviu outcome dari estimasi yang dibuat tahun lalu. Pahami alasan mengenai selisih antara estimasi tahun lalu dengan realisasi. Prosedur ini akan membantu memahami efektif tidaknya proses estimasi manajemen, adanya kemungkinan management bias (reviu atas estimasi untuk melihat kemungkinan fraud, adanya bukti audit yang penting untuk estimasi tersebut dan luasnya ketidakpastian estimasi yang mungkin perlu diungkap dalam laporan keuangan.

Seberapa luasnya ketidakpastian estimasi dalam proses estimasi ini, pertimbangkan hal-hal berikut:

Luasnya Management’s judgement yang digunakan
Sensitivitas asumsi-asumsi yang digunakan terhadap perubahan
Adanya teknik pengukuran yang diakui, yang dapat dapat mengurangi ketidakpastian
Panjangnya forecast period dan relevansi data yang digunakan
Tersedianya data andal dari sumber eksternal
Seberapa banyaknya estimasi itu menggunakan masukan yang dapat/tidak dapat diamati
Kerentanan terhadap management bias

Pentingya estimasi

Dalam menilai risiko salah saji material pertimbangkan besarnya estimasi yang berkenaan dengan besaran outcome sesungguhnya maupun jumlah ekspektasi dan apakah estimasi itu merupakan risiko signifikan.

Berlangganan sekarang, untuk mendapatkan artikel terbaru tentang Ilmu Akuntansi, Audit, dan Perpajakan Gratis! :

0 Komentar Untuk "Audit Estimasi Akuntansi"

Posting Komentar

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel