INFO UPDATE

Asersi Dalam Laporan Keuangan

Asersi-asersi berhubungan dengan pengakuan (recognition), pengukuran (measurement), penyajian (presentation), dan pengungkapan (disclosure) dari berbagai unsur dalam laporan keuangan.

Contoh-contoh asersi:
Semua aset dalam laporan keuangan benar-benar ada (exist)

Semua transaksi penjualan telah dicatat pada periode terjadinya

Persediaan dicantumkan dengan nilai yang tepat

Utang merupakan kewajiban entitas

Semua transaksi yang dicatat terjadi dalam periode berjalan

Semua jumlah disajikan dengan tepat dan diungkapkan dengan penjelasan yang memadai dalam laporan keuangan

Asersi-asersi ini disingkat dengan satu kata bahasa inggris seperti: completeness (sesuatu itu lengkap), existence (eksistensi atau sesuatu itu ada), occurrence (sesuatu itu terjadi), accuracy (sesuatu itu akurat atau secara matematis benar), valuation (sesuatu itu dinilai sesuai dengan kaidah kerangka pelaporan keuangan yang berlaku), dan seterusnya.

Asersi untuk jenis transaksi :

Occurance, yaitu transaksi dan peristiwa yang sudah dicatat memang terjadi dan merupakan transaksi dan peristiwa dari entitas yang bersangkutan.

Completeness, yaitu semua transaksi dan peristiwa yang seharusnya dicatat memang sudah dicatat sebagaimana mestinya.

Accuracy, yaitu angka-angka, jumlah-jumlah dan data lain yang terkait dengan transaksi dan peristiwa yang dicatat sudah dicatat dengan benar dan akurat.

Cut-off, yaitu transaksi dan peristiwa dicatat dalam periode akuntansi yang benar.

Classification, yaitu transaksi dan peristiwa dicatat dalam akun yang benar.

Asersi untuk saldo akun :

Existence, yaitu aset, kewajiban dan ekuitas benar ada.

Rights and obligations, yaitu entitas memiliki dan menguasai aset dan utang merupakan kewajiban entitas.

Completeness, yaitu semua aset, kewajiban dan ekuitas yang seharusnya dicatat sudah dicatat sebagaimana mestinya.

Valuation and allocation, yaitu semua aset, kewajiban dan ekuitas dicantumkan dalam laporan keuangan dalam jumlah yang benar dan semua penyesuaian atau adjusments untuk penilaian dan alokasi telah dicatat dengan benar.

Asersi untuk penyajian dan pengungkapan laporan keuangan :

Occurance, rights and obligations, yaitu transaksi, peristiwa dan hal-hal lain yang sudah diungkapkan dalam laporan keuangan memang terjadi dan berkaitan dengan entitas yang bersangkutan.

Completeness, yaitu semua pengungkapan yang seharusnya dicantumkan memang sudah dicantumkan dalam laporan keuangan.

Classification and understandbility, yaitu informasi keuangan disajikan dan dijelaskan dengan tepat dan pengungkapan dinyatakan dengan jelas.

Risiko salah saji yang material pada tingkat laporan keuangan cenderung bersifat pervasive (tersebar luas) dan karenanya mencakup semua asersi. Sebagai contoh, jika kepala pembukuan tidak cukup kompeten, sangat boleh kekeliruan terjadi dalam laporan keuangan. 

Kekeliruan semacam ini sering kali tidak terbatas pada satu saldo akun, atau satu jenis transaksi atau suatu pengungkapan saja. Kekeliruan ini juga tidak terbatas pada satu asersi saja, seperti lengkapnya (completeness) transaksi penjualan. Kekeliruan dengan mudah merambah ke asersi lain seperti accuracy, existence dan valuation.

Auditor menggunakan asersi untuk:

Menentukan jenis risiko salah saji yang bisa terjadi

Menilai seberapa besar kemungkinan terjadinya risiko salah saji yang material, dan

Merancang prosedur audit selanjutnya sebagai jawaban atau tanggapan terhadap risiko yang dinilai.

 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan