INFO UPDATE

Siklus Akuntansi Biaya Perusahaan Dagang

Akuntansi biaya adalah salah satu jenis akuntansi yang sangat penting bagi perusahaan dagang karena berhubungan dengan penentuan harga pokok barang yang diproduksi oleh suatu perusahaan untuk memenuhi pesanan pelanggan atau mengisi stok persediaan yang akan dijual.

Akuntansi biaya tentu saja identik dengan biaya, yakni pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dengan satuan uang atau hal-hal yang mungkin terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Ada 4 unsur biaya yang berhubungan dengan akuntansi biaya, yaitu pengorbanan sumber ekonomi, dihitung dengan satuan uang, telah terjadi atau akan terjadi, dan untuk tujuan tertentu.

Istilah-Istilah Akuntansi Biaya

Hal utama yang harus diketahui untuk dapat lebih memahami siklus akuntansi biaya adalah memahami arti-arti dari istilah-istilah penting dalam akuntansi biaya berikut ini:

Bahan baku: bahan yang akan diolah menjadi produk selesai dan penggunaannya bisa diidentifikasi.

Biaya bahan baku: harga perolehan atau pembelian bahan baku yang dipakai untuk proses pengolahan produk.

Bahan penolong: bahan yang akan diolah menjadi produk selesai, tetapi penggunaannya tidak dapat diidentifikasi.

Biaya penolong: biaya perolehan atau pembelian bahan penolong yang digunakan untuk mengolah produk.

Biaya tenaga kerja: semua balas jasa yang diberikan oleh perusahaan atas usaha atau kegiatan pengolahan produk.

Biaya overhead public: biaya produksi tidak hanya terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, tetapi juga elemennya bisa digolongkan ke dalam biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, penyusutan aset tetap pabrik, pemeliharaan aset tidak tetap pabrik, biaya listrik, biaya air pabrik, biaya asuransi pabrik, dan biaya overhead lainnya.

Hakikat Siklus Akuntansi Biaya

Sebelum mempelajari tentang siklus akuntansi biaya, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian akuntansi biaya. Akuntansi biaya ialah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan pelaporan biaya dengan cara-cara yang sesuai kaidah akuntansi.

Tujuan akuntansi biaya adalah menyediakan informasi biaya yang dibutuhkan oleh perusahaan kepada pihak manajemen untuk mengelola perusahaan atau suatu departemen di dalam perusahaan.

Jika semua unsurnya lengkap maka bisa diperoleh gambaran tentang dasar-dasar penjurnalan pada siklus akuntansi biaya. 

Kegiatan pencatatan dalam akuntansi biaya meliputi beberapa biaya sebagai berikut.

Bahan baku
  • Pemakaian biaya baku dalam produksi
  • Biaya gaji dan upah
  • Gaji dan upah untuk produksi
  • Pemakaian overhead pabrik
  • Biaya overhead pabrik yang dibebankan dalam produksi
  • Pemindahan biaya overhead pabrik yang dibebankan ke biaya overhead pabrik yang sebenarnya
  • Produk selesai
  • Produk dalam proses akhir

Penggolongan biaya-biaya meliputi fungsi pokok perusahaan, perilaku biaya, perilaku hubungannya dengan produk, pertanggungjawaban, dan hubungannya dengan masa manfaat. Penggolongan biaya sesuai fungsi pokok perusahaan terdiri dari unsur fungsi produksi dan fungsi nonproduksi.

Fungsi produksi bagi perusahaan adalah mengolah bahan baku menjadi produk siap pakai dan siap dijual. Sedangkan fungsi nonproduksi bagi perusahaan adalah mengolah bahan baku menjadi produk selesai yang terdiri dari fungsi pemasaran, fungsi administrasi, dan fungsi umum.

Di sebuah perusahaan dalam suatu industri, misalnya perusahaan melakukan kegiatan usaha pokok dengan mengolah bahan baku menjadi produk siap pakai yang selanjutnya dijual kepada konsumen. Siklus akuntansi biaya di perusahaan industri tersebut terdiri dari urutan sebagai berikut:
  • Menentukan harga pokok bahan baku yang dibeli dan harga pokok bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.
  • Menghitung biaya tenaga kerja langsung.
  • Menghitung biaya overhead public.
  • Biaya-biaya tersebut berguna untuk menentukan biaya produksi sehingga bisa digunakan selanjutnya untuk menentukan harga pokok produk selesai atau produk jadi.

Itulah siklus akuntansi biaya perusahaan dagang yang harus diketahui sebelum mempelajari lebih lanjut tentang akuntansi biaya dan jenis-jenis akuntansi lainnya yang berhubungan dengan perusahaan dagang.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat akuntansi semua. Terima Kasih.

Pengertian Akuntansi Biaya, Tujuan, dan Klasifikasinya Secara Umum

Yang namanya biaya proses produksi tentunya selalu berhubungan dengan uang yang dimiliki oleh perusahaan, maka tidak heran jika akuntansi biaya selalu menjadi hal terpenting bagi banyak perusahan dalam mengelola biaya-biaya dalam menjalankan operasionalnya. Oleh sebab itu pada tulisan kali ini saya akan memberikan penjelasan tentang arti akuntansi biaya, simak baik-baik di bawah ini ya sobat akuntansi.

A. Apa yang dimaksud akuntansi biaya?

Pengertian akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang kegiatannya bertujuan melakukan perhitungan maupun pencatatan mengenai biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh organisasi atau perusahaan, biaya tersebut seperti biaya umum, biaya produksi, dan lain-lain. Atau akuntansi biaya dapat diartikan juga sebagai kegiatan proses penghitungan dan pencatatan mengenai biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan atau organisasi untuk memproduksi barang ataupun jasa.

Catatan akuntansi biaya berguna juga untuk kebutuhan eksternal perusahaan jika di butuhkan, seperti pihak pemegang saham dan kreditur, dan berguna juga untuk pihak internal perusahaan itu sendiri. Informasi biaya untuk pihak eksternal, umumnya disajikan dalam bentuk laporan laba-rugi dan penghasilan komprehensif dan laporan posisi keuangan, dimana laporan yang disajikan acuannya pada SAK (Standar Akuntansi Keuangan). Sedangkan bagi pihak internal perusahaan seperti manajemen, laporannya berguna untuk mengambil suatu keputusan yang berhubungan dengan anggaran biaya. 

B. Tujuan Akuntansi Biaya

Berikut ini beberapa tujuan dari akuntansi biaya, diantaranya:

1. Untuk mengendalikan biaya produksi
Dalam memproduksi suatu barang atau jasa, biasanya terlebih dahulu selalu menentukan biaya yang harus dikeluarkan. Lalu dilakukan analisis terhadap kesalahan apa saja yang dapat terjadi dari biaya yang sudah di rencanakan untuk memproduksi barang/jasa tersebut.

2. Memberikan informasi bagi manajemen untuk mengambil keputusan
Akuntansi biaya dapat berguna sebagai alat yang bisa membantu manajemen untuk menjalankan oprerasional perusahaan terutama dalam mengambil berbagai macam keputusan yang berhubungan dengan penggunaann biaya, dll.

3. Memberikan informasi bagi proses penyusunan anggaran biaya
Akuntansi biaya juga berperan untuk memberikan data yang memang di perlukan untuk melakukan penyusunan anggaran biaya untuk produksi selanjutnya.

4. Menentukan harga pokok barang atau jasa
Selain berperan menentukan biaya proses produksi, akuntansi biaya juga berperan dalam untuk menentukan harga pokok suatu barang atau jasa hasil produksi, tentunya setelah melalui mekanisme perhitungan biaya.

5. Berguna untuk mengukur nilai masukan
Dengan akuntansi biaya maka dapat mengukur apakah kegiatan usaha yang dilakukan dapat menghasilkan laba atau tidak. Selain itu dapat juga menghasilkan sebuah informasi bagi manajemen mengenai biaya yang dipakai untuk merencanakan alokasi sumber ekonomi.

Dari uraian di atas maka betapa pentingnya fungsi dari akuntansi biaya, tentu harus dikuasai oleh manajemen suatu organisasi atau perusahaan. Karena tugas manajemen salah satunya mengawasi transaksi biaya, dan transaksi biaya tersebut selalu di sajikan dalam bentuk laporan kepada manajemen.

C. Manfaat Akuntansi Biaya

Dari tujuan akuntansi biaya di atas maka dapat di ambil kesimpulan manfaat akuntansi biaya yaitu berguna untuk perencanaan dalam menggunakan anggaran biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan untuk melakukan produksi barang atau jasa, serta informasi yang di hasilkan dari akuntansi biaya bermanfaat juga dalam hal-hal yang berhubungan dengan pengendalian laba, mentukan harga pokok produk, dan bagi pihak manajemen berguna untuk mengambil keputusan. 

D. Klasifikasi Akutansi Biaya

a. Berdasarkan Fungsi Pokok aktivitas perusahaan

1. Biaya produksi / Production Cost
Yaitu biaya yang perlukan untuk memperoduksi batang atau jasa. Diantaranya biaya: bahan baku, operasional, dan tenaga kerja.

2. Biaya pemasaran / Marketing Expenses
Yaitu biaya yang diperlukan untuk memasarkan produk atau jasa yang sudah di produksi supaya konsumen tertarik untuk membelinya, Diantaranya biaya promosi dan iklan.

3. Biaya administrasi umum / General Administration Expenses
Yaitu biaya yang di perlukan untuk kelancaran proses produksi dan pemasaran, misalnya biaya gaji karyawan, dan lain-lain.

b. Berdasarkan Kegiatannya

1. Biaya Variabel / Variable Cost
Yaitu biaya yang jumlahnya selalu berubah-ubah sesuai dengan volume produksi barang atau jasa. Misalnya seperti pengeluaran biaya bahan baku.

2. Biaya Tetap / Fixed Cost
Yaitu biaya yang jumlahnya tetap sehingga tidak terpengaruh oleh volume produksi. misalnya biaya tenaga kerja langsung.

c. Berdasarkan objek yang dibiayainya

1. Biaya Langsung / Direct Cost
Yaitu biaya yang dikeluarkan berhubungan langsung dengan produksi barang atau jasa, misalnya seperti biaya untuk bahan baku dan tenaga kerja langsung.

2. Biaya Tidak Lansung / Indirect Cost
Yaitu biaya yang dikeluarkan tidak berhubungan secara langsung dengan produksi barang atau jasa, misalnya biaya administrasi perusahaan, Overhead Pabrik, dll.

d. Berdasarkan pembebanan periode akuntansi

1. Biaya Investasi / Capital Expenditure
Yaitu biaya yang pengeluarannya memberikan manfaat pada beberapa periode akutansi. Misalnya biaya untuk mesin produksi.

2. Biaya Pengeluaran Penghasilan / Revenue Expenditure
Yaitu biaya yang pengeluaranya dapat memberikan manfaat terhadap satu periode akutansi. Misalnya biaya Overhead Pabrik.

E. Kesimpulan

Dari uraian di atas maka dapat di ambil kesimpulan bahwa pengertian akutansi biaya yaitu kegiatan proses penghitungan dan pencatatan mengenai biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan atau organisasi untuk memproduksi barang ataupun jasa.

Tujuan akutansi biaya yaitu untuk 1). Untuk mengendalikan biaya produksi; 2). Memberikan informasi bagi manajemen untuk memengambil keputusan; 3). Memberikan informasi bagi penyusunan anggaran biaya; 4). Menentukan harga pokok produk atau jasa; 5). Berguna untuk mengukur nilai masukan, dll.

Itu lah tulisan yang memberikan penjeasan tentang arti akutansi biaya, semoga tulisan singkat ini dapat memberikan manfaat dalam menambah wawasan sobat akuntansi. Jika ada kesalahan mohon di maafkan, Terima kasih.

Sistem Dan Metode Persediaan Dalam Akuntansi

Sobat akuntansi pasti sudah sering mendengar tentang Persediaan atau stock yang selalu muncul di Laporan Posisi Keuangan atau Laporan Neraca, tapi mungkin sobat akuntansi belum memahami sistim pencatatan persediaan dan metode persediaan. Dalam artikel ini saya akan membahas garis besar tentang sistim pencatatan dan metode persediaan yang lazim digunakan oleh Entitas.

Dalam sistem pencatatan persedian terdapat dua teknis pencatatan yang terkait dengan sistem pencatatan persediaan, yaitu sistem periodik dan perpetual. Kedua sistem pencatatan ini pada setiap perusahaan mungkin berbeda-beda. Karena sistem pencatatan ini digunakan sesuai dengan jenis usaha yang dilakukan. Saat pencatatan persediaan perusahaan juga menentukan biaya dari persediaan tersebut menggunakan dua metode yaitu FIFO dan Average.

Sistem Persediaan Dalam Akuntansi

Sistem Persediaan Perpetual
Dalam sistem persediaan perpetual, setiap pembelian dan penjualan barang dagangan dicatat pada akun persediaan. Sehingga jumlah barang dagangan yang tersedia untuk dijual dan jumlah yang telah dijual secara terus-menerus tercantum dalam catatan persediaan. Dan Perusahaan bisa melihat secara update berapa nilai Persediaan yang tercantum pada buku besar persediaan dengan jumlah kuantiti persediaan yang ada di gudang.

Sistem Persediaan Periodik
Dalam sistem persediaan periodik (berkala), catatan persediaan tidak memperlihatkan jumlah yang tersedia untuk dijual atau yang telah dijual sepanjang tempo itu. Namun perhitungan fisik atas persediaan yang masih bersisa pada akhir periode akuntansi (physical inventory atau stok opname) dipersiapkan pada akhir tempo. Ia berguna untuk menentukan biaya harga pokok dari barang dagangan yang tersedia pada akhir tempo dan harga pokok Penjualan selama periode berkenaan.

Metode Persediaan Dalam Akuntansi

FIFO
Metode masuk pertama keluar pertama (first in first out– FIFO) adalah metode pencatatan persediaan yang mengasumsikan persediaan yang pertama masuk akan dijual atau dikeluarkan terlebih dahulu dan persediaan yang masuk terakhir akan dikeluarkan dikemudian hari. Artinya persediaan yang pertama kali dicatat saat penjualan adalah persediaan yang pertama kali masuk. Nilai persediaan yang disajikan di Laporan Posisi Keuangan yang menggunakan metode FIFO. Sangat relevan karena nilai persediaan yang disajikan adalah nilai berdasarkan harga yang paling terkini.

Average
Metode rata-rata tertimbang adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perunit persediaan berdasarkan rata-rata tertimbang dari unit yang serupa pada awal periode dan biaya unit yang dibeli selama suatu periode. Cara yang digunakan untuk menghitung biaya persediaan dengan metode ini adalah membagi biaya barang yang tersedia untuk dijual dengan unit yang tersedia untuk dijual maka akan mendapatkan hasil biaya rata-rata perunit. Setelah biaya rata-rata tersebut ditemukan maka persediaan akhir dan beban pokok penjualan dapat dihitung dengan dasar harga rata-rata tersebut.

Demikian tentang persediaan secara garis besar tentang pengakuan dan pengukuran nya dalam akuntansi, semoga sobat akuntansi dapat mengerti setelah membacanya. Sedangkan untuk proses audit subtantif persediaan, sobat akuntansi dalam melihatnya DISINI.

Strategi Mencegah Masalah Perpajakan Dari Segi Akuntansi

Pajak adalah kewajiban warga negara yang harus diurus dan dilunasi pada periode tertentu agar tidak menyebabkan masalah dalam hidup. Pada kenyataannya, tidak ada orang yang suka di audit dan membayar tagihan pajak selama bertahun-tahun.

Konsekuensi-konsekuensi yang mungkin dialami oleh para wajib pajak yang tidak mau di audit dan tidak membayar pajak antara lain penyitaan dan kurungan penjara. Berbagai risiko sebaiknya dihindari dengan banyak cara, salah satunya adalah membangun kebiasaan baik dari sekarang dan mengetahui hal-hal yang berisiko untuk dilakukan.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah perpajakan sebagai berikut.

1. Harus Teliti terhadap Rincian Usaha
Untuk profesi tertentu yang memperoleh pemasukan secara tunai seperti pelayan, bartender, penata rambut atau profesi yang memiliki pembukuan berbeda atau khusus seperti dokter, pengacara, atau akuntan umumnya lebih rentan terhadap audit.

Orang-orang dengan profesi seperti itu harus selalu teliti dengan segala rincian kegiatan usaha sehingga harus mencatat segala sesuatu yang terjadi agar terhindar dari kesalahan. Para wirausahawan juga rentan terhadap audit, khususnya para pemilik perusahaan yang baru berdiri.

Perusahaan yang baru berdiri lebih rentan terkena masalah daripada perusahaan yang sudah lama. Para auditor atau pihak yang menyelenggarakan audit lebih suka menyelidiki perusahaan kecil dan baru sehingga para pebisnis atau pemilik perusahaan harus menjaga kredibilitas dan tidak melakukan kesalahan fatal.

2. Jelaskan Segala Sesuatu Secara Lengkap
Catatan keuangan yang rentan terkena masalah tentu saja harus di antisipasi oleh perusahaan. Bagian keuangan khususnya para akuntan harus mempersiapkan semua hal yang dapat digunakan untuk menjelaskan nya.

Pakailah bukti keuangan seperti nota, catatan pengeluaran, dan bukti apapun yang ada untuk menjelaskan hal-hal tertentu yang mungkin dianggap tidak wajar. Penjelasan yang masuk akal akan mengatasi berbagai kecurigaan yang muncul sehingga terhindar dari masalah.

3. Ketahui Pertanyaan-Pertanyaan yang Mungkin Muncul
Beberapa hal yang mungkin dicari tahu dan dipertanyakan dalam audit perpajakan adalah pengeluaran, pendapatan, aset, keuntungan, dan berbagai pengeluaran seperti perjalanan, konsumsi, dan hiburan. Catatlah semuanya dengan jelas dan tidak mencurigakan agar perusahaan atau bisnis tidak terkena masalah.

4. Ketahui Waktu atau Periode Pelaporan Pajak
Tepat waktu adalah kunci utama agar terhindar dari masalah perpajakan. Kemungkinan mendapatkan masalah semakin kecil jika melapor pajak sebelum tenggat waktu. Ingatlah, kewajiban membayar pajak tepat waktu jauh lebih penting dan baik untuk dilakukan.

5. Hitung Semuanya secara Akurat
Jangan pernah merasa mahir berhitung karena berhitung dengan kalkulator jauh lebih akurat. Setelah itu, periksa ulang semua yang sudah tercatat. Berhati-hatilah karena jumlah uang yang dilaporkan harus sesuai agar tidak timbul keraguan tentang keaslian data.

6. Cantumkan Jumlah atau Nominal Secara Pasti
Untuk hal-hal yang berhubungan dengan keuangan, terutama pajak maka sangat tidak disarankan untuk membulatkan angka. Tulislah jumlah uang apa adanya secara pasti dan jelas agar auditor tidak mencurigai adanya kecurangan.

Pada saat pihak tertentu seperti auditor sedang mencari kesalahan maka hindari celah sekecil apapun yang memiliki kemungkinan menjadi masalah. Agar terhindar dari masalah sebaiknya jawab setiap pertanyaan yang ada dan isi setiap ruang kosong, meskipun hanya dengan tanda strip atau angka nol.

Kemungkinan terjadinya masalah perpajakan bisa terjadi kapan saja tanpa disadari. Perusahaan harus selalu siap menghadapinya karena pajak itu harus selalu dibayar. Simpanlah catatan yang lengkap dan terstruktur sehingga pihak auditor bisa meyakini suatu usaha benar-benar bersih dan tidak ada yang harus disembunyikan.

Mengurus pajak memang terkadang menjadi masalah sendiri dalam kelangsungan bisnis. Perhitungan pajak yang cukup memakan banyak waktu akan membuat operasional bisnis sobat akuntansi tidak efisien jika dilakukan secara manual.

Peranan Penting Cashflow Dalam Sebuah Bisnis

Sobat akuntansi, kali ini saya akan membahas salah satu jenis Laporan keuangan yang harus disajikan menurut Standar Akuntansi Keuangan yaitu Laporan Arus Kas atau cashflow. Mungkin banyak sobat akuntansi bertanya, kenapa Laporan ini harus disajikan dalam Laporan Keuangan suatu Entitas. Artikel ini akan membahas peranan penting dari Laporan Arus Kas atau Cashflow.

Jika diartikan secara harfiah, memang makna dari cashflow sendiri sangatlah sederhana. Ya, ini adalah istilah yang digunakan untuk jumlah keseluruhan uang masuk dan uang yang sudah dikeluarkan. Dan totalan uang yang paling diutamakan di sini adalah yang bersifat tetap atau liquid.

Jadi, secara gamblang kita bisa mengartikan ini adalah gambaran keseluruhan transaksi jual beli yang dilakukan dengan pihak ketiga. Tapi, tahukah sobat akuntansi tentang apa itu harta atau total kekayaan yang bersifat liquid?

Ini merupakan kekayaan tetap berupa kas atau uang yang misalnya diletakkan dalam sebuah akun Bank. Jika ini menyangkut persediaan barang, maka ini adalah barang yang nilainya sudah terkunci dari HPP. Berarti persediaan barang tersebut nantinya tidak akan mendapatkan penyusutan harga. Cashflow ini akan secara otomatis terjadi jika kita membeli sebuah barang.

Secara gamblang, maka aliran ini akan membentuk penambahan ketersediaan barang namun mengurangi ketersediaan uang. Ini juga akan secara otomatis terbentuk jika kita sedang menjual barang. Sebaliknya, hal ini akan menghasilkan penambahan uang namun berkurangnya stok persediaan barang. Pengaruh yang dihitung dalam perhitungan cashflow sendiri adalah saat adanya perpindahan uang.

Seberapa Penting Peranan Cashflow?
Laporan keuangan adalah sebuah laporan yang kita pelajari untuk mengetahui perkembangan dari sebuah bisnis. Dengan adanya jenis-jenis laporan keuangan, maka kita bisa menentukan apakah bisnis tersebut mengalami kemajuan atau tidak.

Laporan keuangan ini sendiri digolongkan menjadi : laporan laba rugi, neraca keuangan dan laporan arus kas atau cashflow. Dan laporan arus kas ini adalah laporan yang sangat kritis. Kenapa?

Karena laporan arus kas ini sangat dianjurkan untuk dibuat dalam jangka waktu lebih singkat diantara laporan keuangan jenis lainnya. Cashflow sendiri, di ibaratkan sebuah oksigen dalam bisnis. Kita harus memantau arus kas yang terjadi jika ingin bisnis tersebut selalu berkembang dan mengalami kemajuan. Jika tidak, maka akan ada banyak kesalahan fatal yang terjadi.

Sedangkan, umumnya beberapa jenis laporan keuangan akan dilakukan dalam jangka waktu bulanan, triwulan maupun tahunan. Laporan keuangan ini sendiri nantinya akan menjadi cerminan bagaimana hasil dari usaha strategi yang sudah berjalan dalam sebuah bisnis. Pentingnya cashflow ini juga bisa menentukan bagian jasa atau usaha mana yang sangat menguntungkan dalam bisnis tersebut.

Manfaat Cashflow
Dari penjelasan di atas, pastinya sudah bisa dibayangkan seberapa penting peranan cashflow dalam sebuah bisnis, bukan? Tanpa laporan arus kas, maka kita akan sulit menentukan banyak hal terkait perkembangan dari bisnis tersebut. dan tentu juga cashflow memiliki banyak manfaat seperti yang akan dijelaskan di bawah ini:

Memberikan Informasi Penting
Arus kas ini adalah salah satu faktor yang menentukan berjalan dengan lancar atau tidaknya sebuah bisnis. Jika anda menjalankan bisnis yang berkaitan dengan penyediaan barang maupun jasa. Maka, melalui laporan arus kas, sobat akuntansi bisa menentukan mana yang lebih menguntungkan. Tidak hanya itu, laporan ini juga bisa menentukan bagaimana tipe konsumen yang ada dan dibutuhkan.

Dengan laporan ini juga, kita bisa mengenali bagian mana yang mudah mengeluarkan banyak biaya. jadi, kita bisa meminimalisir kerugian dan memaksimalkan pendapatan. Inilah informasi-informasi penting yang akan menentukan perkembangan bisnis tersebut. Bahkan, prospek ke depannya dari bisnis ini bisa dibaca secara lebih mudah,

Bahan Pertimbangan Untuk Keputusan Penting
Beragam keputusan penting, misalnya untuk melanjutkan atau tidak atau mengambil rencana lain dalam bisnis bisa terjadi saat mengamati cashflow. Setidaknya, bisnis yang telah terbaca aliran kas nya akan memudahkan pemilik untuk menentukan pertimbangan yang terbaik. Bahkan, ini juga bisa menjadi tolak ukur, apakah nantinya tetap bisa menjalankan bisnis yang sama atau tidak.

Mengamati perkembangan cashflow akan memudahkan kita untuk mengetahui bagaimana perkembangan likuiditas bisnis. Apakah barang maupun jasa yang dihasilkan dalam bisnis tersebut masih menghasilkan? Masih tergolong aman atau tidak? Inilah mengapa sangat dianjurkan untuk selalu memperhatikan laporan arus kas dalam sebuah bisnis.

Kesimpulan
Cashflow atau arus kas adalah indikator dari sehat atau tidaknya sebuah bisnis. Jika sobat akuntansi pemilik bisnis, maka harus terus memantau arus kas perusahaan.

Siapa Saja Pemakai Informasi Akuntansi di Dunia Bisnis?

Ilmu Akuntansi sangat penting saat ini, karena banyak pihak yang sangat membutuhkan informasi-informasi yang di hasilkan dari ilmu akuntansi, untuk itu sobat akuntansi perlu tahu pihak-pihak mana saja yang memakai informasi akuntansi.

Penting nya Informasi akuntansi dalam sebuah perusahaan untuk digunakan sejumlah pihak. Para pemakai informasi akuntansi ini memiliki tujuan yang berbeda tergantung pada kebutuhan mereka. Oleh karena itu, sistem informasi akuntansi dari perusahaan bisnis harus dirancang dengan cara yang sesuai standar akuntansi  dan menghasilkan laporan untuk memenuhi kepentingan semua  semua pihak pemakai informasi akuntansi.

Berikut kita akan mengenal pemakai informasi akuntansi  dalam dua jenis yaitu; pengguna internal dan pengguna eksternal. Pengguna internal termasuk manajer dan pemilik (Owner) sedangkan  pengguna eksternal bisnis termasuk investor, kreditor, pemasok, instansi pemerintah, masyarakat umum, pelanggan dan karyawan.

Pemakai Informasi Akuntansi Internal
Pengguna internal adalah pemakai informasi akuntansi yang biasanya menggunakan campuran informasi manajemen dan akuntansi keuangan. Berikut adalah penjelasannya secara singkat :

1. Manajemen
Manajemen menggunakan informasi akuntansi untuk mengevaluasi dan menganalisis kinerja dan posisi keuangan organisasi, untuk mengambil keputusan penting dan tindakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja bisnis dalam hal profitabilitas, posisi keuangan dan arus kas. Salah satu peran utama manajemen adalah menetapkan aturan dan prosedur untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk tujuan ini, manajemen menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem manajemen keuangan organisasi.

2. Pemilik (Owner)
Pemilik menginvestasikan modal untuk memulai dan menjalankan bisnis dengan tujuan utama untuk memperoleh laba. Mereka membutuhkan informasi yang akurat untuk mengetahui apa yang telah mereka terima atau hilang selama periode waktu tertentu. Pemilik adalah pemakai informasi akuntansi yang memutuskan tindakan masa depan perusahaan seperti ekspansi bisnis.

Dalam skala yang lebih kecil (seperti kepemilikan perseorangan dan kemitraan) pemilik sendiri biasanya juga menjalankan fungsi manajemen.

Pemakai Informasi Akuntansi Eksternal
Pengguna eksternal biasanya hanya menggunakan informasi akuntansi keuangan. Beberapa pihak pemakai informasi akuntansi eksternal dan kebutuhan mereka  atas informasi tersebut secara singkat akan dijelaskan dibawah.

1. Investor
Dalam kebanyakan sistem perusahaan, kepemilikan sering terpisah dari manajemen. Biasanya investor menyediakan modal dan manajemen menjalankan bisnis.

Investor adalah pemakai Informasi akuntansi yang aktual dan potensial. Investor menggunakan informasi ini untuk mengetahui bagaimana dana mereka digunakan oleh manajemen dan apa yang diharapkan dari kinerja bisnis di masa depan dalam hal profitabilitas dan pertumbuhan. Atas dasar informasi ini, mereka memutuskan apakah akan menambah atau mengurangi investasi di perusahaan di masa depan. Investor potensial menggunakan informasi akuntansi untuk memutuskan apakah perusahaan tertentu cocok untuk kebutuhan investasi mereka.

2. Kreditor
Kreditor atau pemberi pinjaman adalah individu atau lembaga keuangan yang biasanya meminjamkan dana dan mendapatkan penghasilan bunga atas pinjaman tersebut. Mereka adalah pemakai informasi akuntansi yang menggunakan laporan tersebut untuk menilai kinerja, arus keuangan dan meninjau jaminan yang sesuai. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa perusahaan yang akan mereka pinjamkan akan dapat mengembalikan jumlah pokok serta membayar bunga yang ada.

3. Pemasok (Supplier)
Pemasok adalah individu atau organisasi bisnis yang biasanya menjual bahan mentah ke bisnis lain secara kredit. Dalam skala bisnis besar, pemasok adalah pemakai informasi akuntansi  yang menggunakan laporan tersebut dengan tujuan agar mereka memiliki gambaran tentang kelayakan kredit masa depan dari perusahaan tersebut. Hal ini juga untuk memutuskan apakah mereka akan terus menyediakan pasokan barang baku pada perusahaan tersebut atau tidak.

4. Instansi pemerintah
Instansi pemerintah menggunakan informasi keuangan bisnis untuk tujuan mengenakan besaran pajak yang sesuai dan sesuai peraturan yang berlaku.

5. Masyarakat Umum
Masyarakat umum juga merupakan pemakai informasi akuntansi perusahaan yang biasanya digunakan untuk kepentingan pendidikan, riset dan parameter.  Contohnya adalah:

Sebagai sumber data bagi mahasiswa akuntansi dan keuangan.
Sebagai sumber data berharga bagi mereka yang meneliti tentang dampak perusahaan pada individu dan ekonomi secara keseluruhan.
Sebagai sumber informasi tentang masa depan suatu perusahaan tertentu.

6. Pelanggan
Informasi akuntansi juga berdampak sanagat penting kepada pelanggan Anda. Pelanggan Anda tentu ingin mengetahui tentang posisi bisnis Anda saat dan pada akhirnya mereka akan membuat penilaian tentang masa depan bisnis Anda.

Pelanggan dalam hal ini dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :

Produsen yaitu produsen di berbagai tahap produksi. Produsen pada setiap tahap pemrosesan memerlukan jaminan bahwa perusahaan yang bersangkutan akan terus menyediakan input seperti bahan mentah, suku cadang, komponen dan dukungan dll.
Grosir dan pengecer produk Anda. Pedagang dan pengecer harus diyakinkan akan persediaan produk yang konsisten.
Pengguna akhir atau konsumen akhir. Pengguna akhir atau konsumen akhir tertarik dengan ketersediaan produk dan aksesori terkait secara berkelanjutan.
Karena alasan ini, bisa dipastikan bahwa pelanggan adalah pemakai informasi akuntansi yang penting.

7. Karyawan
Karyawan yang dianggap sebagai pengguna eksternal informasi akuntansi adalah mereka yang tidak memiliki campur tangan dalam manajemen inti bisnis. Mereka membutuhkan informasi akuntansi hanya dikarenakan masa sekarang dan masa depan mereka terikat dengan keberhasilan atau kegagalan perusahaan tersebut. Keberhasilan dan profitabilitas bisnis memastikan keamanan kerja, remunerasi yang lebih baik, promosi kerja dan manfaat pensiun.

Ini Ancaman Sanksi Bagi Akuntan Publik "NAKAL"

Sobat akuntansi, kali ini saya akan membahas tentang sanksi yang akan diberikan jika seorang Akuntan Publik melakukan pelanggaran terhadap kode etik profesi nya. Karena menjadi seorang Akuntan Publik memiliki risiko dan tanggung jawab profesi yang sangat besar.

Pada tahun 2018 lalu, masyarakat pelaku usaha finansial di Indonesia dikagetkan dengan kasus rekayasa laporan keuangan yang menimpa PT SNP Finance beserta Kantor Akuntan Publik yang digunakannya yaitu, Kantor Akuntan Publik Satrio, Bing, Eny, dan Rekan (KAP SBE; Partner Deloitte Indonesia), Akuntan Publik Marlinna dan Akuntan Publik Marliyana Syamsul.

Persoalan tersebut bermula ketika KAP SBE melakukan audit tahunan kepada PT SNP Finance secara tidak benar. Hasil audit tersebut kemudian menjadi dasar pemeringkatan efek oleh PT Perfindo sebagai standard untuk pemberian pinjaman oleh bank. Tercatat, hasil pemeringkatan tersebut digunakan untuk mengajukan pinjaman pada 14 perbankan dengan total nilai kurang lebih Rp 4 triliun.

Alhasil, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan operasional PT SNP Finance. OJK juga melarang KAP SBE untuk melakukan audit di sektor jasa keuangan pasca menyelesaikan kewajiban pada tahun anggaran 2018. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) POLRI juga menangkap dan menetapkan lima orang sebagai tersangka dari kalangan petinggi PT SNP Finance.

Kasus tersebut seakan mendorong kita semua untuk memperhatikan aturan hukum terkait praktik akuntan publik di Indonesia. Adapun, hukuman yang menanti akuntan publik yang ‘NAKAL’ antara lain sebagai berikut.

 1. Sanksi Administratif dari Menteri Keuangan
Pengawasan atas profesi akuntan publik merupakan ranah kewenangan Menteri Keuangan jika melihat Undang-Undang Akuntan Publik. Pengawasan tersebut salah satunya bermuara dalam bentuk pemberian sanksi administratif yang diberikan jika terjadi pelanggaran administratif.

Pelanggaran administratif antara lain: pemberian jasa audit atas informasi keuangan historis klien; telat mengajukan perpanjangan izin; pendirian dan pengelolaan KAP dan cabang yang tak benar; atau mempekerjakan tenaga asing tak sesuai aturan.

Jenis pelanggaran tersebut masih ditambah dengan: melanggar kewajiban akuntan publik; tidak independen atau punya benturan kepentingan; melanggar larangan akuntan publik; melanggar aturan penamaan dan kerjasama KAP; atau menolak atau menghalang-halangi pemeriksaan atas KAP oleh Menteri Keuangan.

Sementara bentuk sanksi administratif yang ada yaitu: rekomendasi untuk melaksanakan kewajiban tertentu; peringatan tertulis; pembatasan pemberian jasa kepada suatu jenis entitas tertentu; pembatasan pemberian jasa tertentu; pembekuan izin; pencabutan izin; atau denda. Denda dapat dikombinasikan dengan sanksi administratif lain dan masuk ke kas Negara pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

 2. Sanksi Administratif dari OJK
Tak dapat dipungkiri bahwa munculnya lembaga OJK menjadi salah satu lembaga pengawas di sektor Jasa Keuangan semakin memperketat pengawasan terhadap akuntan publik yang bergerak di bidang Jasa Keuangan. OJK akhirnya mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 13/POJK.03/2017 untuk mengatur pelayanan jasa akuntan publik dalam sektor Jasa Keuangan, tentu disertai sanksi administratif, baik kepada pihak yang melaksanakan Jasa Keuangan maupun akuntan publik sendiri, sebagai bentuk kontrol.

Sanksi administratif yang dapat diberikan pada pihak yang melaksanakan Jasa Keuangan antara lain sebagai berikut: teguran tertulis atau peringatan tertulis; denda; atau pencantuman orang yang terkena sanksi dalam daftar pihak yang dilarang menjadi pemegang saham pengendali atau pemilik pihak yang melaksanakan Jasa Keuangan atau anggota direksi, dewan komisaris, atau pejabat eksekutif pihak yang melaksanakan Jasa Keuangan.

Bentuk pelanggaran yang dapat dilakukan atas pihak yang melaksanakan Jasa Keuangan adalah melakukan pelanggaran terhadap peraturan OJK itu sendiri, menunjuk KAP atau akuntan publik tanpa mempertimbangkan usulan Dewan Komisaris, atau usulan Dewan Komisaris dalam penunjukan KAP atau akuntan publik tidak memperhatikan rekomendasi Komite Audit.

Sementara sanksi administratif yang dapat diberikan kepada akuntan publik adalah sebagai berikut: teguran tertulis atau peringatan tertulis; denda; pembekuan pendaftaran; atau pembatalan pendaftaran.

Bentuk pelanggaran yang dapat dilakukan oleh akuntan publik cukup banyak mulai dari keterlambatan penyerahan laporan, tidak memenuhi persyaratan dari OJK, tidak memenuhi jumlah SKP PPL; tidak memenuhi kondisi independen; atau tidak menyampaikan laporan dengan benar.

OJK dapat memberikan pembekuan pendaftaran untuk jangka waktu satu tahun. Namun, OJK dengan pertimbangan tertentu dapat langsung memberikan sanksi pembatalan pendaftaran, tanpa melakukan pembekuan pendaftaran terlebih dahulu atau masa pembekuan belum satu tahun. Pembekuan pendaftaran atau pembatalan pendaftaran membuat akuntan publik tak bisa berpraktek di sektor Jasa Keuangan.

3. Sanksi Pidana
Sanksi pidana yang dapat diberikan adalah dalam bentuk pidana penjara atau denda. Proses pemberian sanksi pidana melibatkan pihak Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, dan pihak-pihak lainnya.

Sanksi pidana dapat diberikan dalam hal: akuntan publik melakukan manipulasi; membantu melakukan manipulasi; memalsukan data; sengaja menghilangkan catatan atau kertas kerja; menjadi pihak terasosiasi dalam kejahatan yang disebutkan sebelumnya; atau memberikan keterangan atau dokumen palsu untuk memperpanjang izin akuntan publik.

10 Macam Profesi Bidang Akuntansi yang Wajib Sobat Akuntansi Ketahui

Akuntansi adalah ilmu yang luas, tentunya untuk mempelajari nya sobat akuntansi harus mengerti macam macam bidang akuntansi terlebih dahulu. Bidang dalam akuntansi berkembang seiring dengan perkembangan ekonomi, industri, teknologi, dan bidang bidang lain yang berhubungan secara langsung atau tidak langsung.

Mungkin dari kalian sudah pernah mengetahui beberapa bidang tentang akuntansi yang cukup terkenal seperti akuntansi keuangan atau akuntansi biaya. Namun sebenarnya ada banyak bidang  bidang akuntansi yang mungkin belum sobat akuntansi ketahui, terlebih bidang akuntansi memang jarang digunakan di Indonesia.

Berikut adalah bidang bidang akuntansi yang mungkin ingin sobat akuntansi pelajari:

1. Akuntansi Keuangan / Financial Accounting
Akuntansi keuangan melibatkan pencatatan dan mengklasifikasian transaksi bisnis, juga menyiapkan dan menyajikan laporan keuangan untuk digunakan oleh pengguna internal dan eksternal .

Di Indonesia, dalam penyusunan laporan keuangan semua harus sesuai dengan standar akuntansi yang telah ditetapkan yaitu PSAK yang dikerluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Akuntansi keuangan berkaitan dengan pemrosesan data historis. 

2. Akuntansi Manajemen / Managerial Accounting
Akuntansi manajemen berfokus pada penyediaan informasi untuk digunakan oleh pengguna internal (manajemen) di masa mendatang, hal ini berbeda dengan Akuntansi keuangan. Cabang ini berkaitan dengan kebutuhan manajemen dan tidak ada kaitannya dengan standar akuntansi yang digunakan secara umum.

Akuntansi manajemen melibatkan analisis keuangan, penganggaran dan prakiraan, analisis biaya, evaluasi keputusan bisnis, dan hal hal lain tentang perencanaan.

3. Akuntansi Biaya / Cost Accounting
Kadang-kadang dianggap sebagai bagian dari akuntansi manajemen, akuntansi biaya mengacu pada rekaman, presentasi, dan analisis biaya produksi . Akuntansi biaya sangat berguna dalam bisnis manufaktur karena mereka memiliki proses biaya yang paling rumit.

Akuntan biaya juga menganalisis biaya aktual dan standar untuk membantu para manajer menentukan tindakan di masa depan mengenai operasi perusahaan.

4. Akuntansi pemeriksaan / Audit
Akuntansi pemeriksaan atau audit ada 2 jenis yaitu audit eksternal dan audit internal.

Audit eksternal mengacu pada pemeriksaan laporan keuangan oleh pihak independen dengan tujuan untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran penyajian dan kepatuhan terhadap prinsip standar akuntansi keuangan keuangan umum yang berlaku.

Sedangkan  audit internal berfokus pada evaluasi kecukupan struktur pengendalian internal perusahaan dengan menguji segregasi tugas, kebijakan dan prosedur, tingkat otorisasi, dan kontrol lain yang dilaksanakan oleh manajemen.

5. Akuntansi pajak / Tax Accounting
Akuntansi pajak berguna untuk membantu klien mengikuti aturan yang ditetapkan oleh otoritas pajak. Hal Ini termasuk penghitungan pajak dan persiapan pengembalian pajak.

Laporan  Ini juga melibatkan penentuan pajak penghasilan dan pajak lainnya dan layanan konsultasi pajak seperti cara untuk meminimalkan pajak secara hukum, evaluasi konsekuensi keputusan pajak, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pajak.

6. Akuntansi pemerintahan / Government Accounting
Berbeda dengan akuntansi keuangan, Akuntansi pemerintahan tidak mengikuti standard akuntansi keuangan yang ada. Untuk standar akuntansi pemerintahan tunduk pada Standar Akuntansi Pemerintahan atau SAP.

Bidang akuntansi ini mempelajari penyajian financial statement / laporan keuangan yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan.

Akuntansi pemerintahan menyajikan informasi berupa data akuntansi dari berbagai aspek pengelolaan administrasi keuangan pemerintah kemudian melakukan pengendalian pengeluaran anggaran.

7. Akuntansi sistem Informasi / Accounting Information Systems (AIS)
Akuntansi sistem informasi melibatkan pengembangan, instalasi, implementasi, dan pemantauan prosedur yang digunakan dalam penentuan proses kedepan nya. dalam bidang akuntansi ini ada pengumpulan data serta pelaporan keuangan. Dengan adanya sistem informasi dapat memudahkan perusahaan dalam mengambil keputusan.

8. Akuntansi fidusia / Fiduciary Accounting
Akuntansi fidusia mencakup penanganan aset yang dikelola oleh orang yang telah ditunjuk dan berhak atas pengelolaan properti atau untuk kepentingan orang lain. Contoh pengguna akuntansi fidusia adalah kurator yang menangani kepailitan suatu badan usaha. Di Indonesia bidang akuntansi ini masih belum banyak diketahui.

9. Akuntansi syariah / Islamic Accounting
Bidang Akuntansi syariah ialah proses akuntansi yang berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah, baik dalam siklus akuntansi nya maupun pencatatan nya. Biasanya Bank-bank syariah yang menerapkan akuntansi syariah, sifat transaksi mereka juga berbeda dari bank konvensional.

10. Akuntansi Forensik / Forensic Accounting
Akuntansi forensik adalah bidang akuntansi yang dipadu dengan kemampuan investigatif untuk memecahkan suatu masalah/sengketa keuangan atau dugaan fraud yang pada akhirnya akan diputuskan oleh pengadilan/ arbitrase/ tempat penyelesaian perkara lainnya.

Contohnya adalah : Kasus korupsi yang pada dasarnya adalah sengketa keuangan antara Negara melawan warganya yang secara resmi telah ditunjuk untuk mengelola pemerintahan. Persengketaan itu harus diselidiki kebenarannya oleh Lembaga Negara (misalnya oleh KPK) dan diputuskan oleh hakim di pengadilan. Jadi investigasi yang dilakukan oleh para Akuntan di BPKP, BPK, KPK dan instansi penegak hukum lainnya pada hakikatnya adalah sebagian hal yang menjadi bagian dalam akuntansi forensik.

Jika sobat akuntansi ingin fokus pada salah satu bidang akuntansi di atas, mungkin bisa mempertimbangkan untuk mendapatkan sertifikasi akuntansi di bidang yang sobat akuntansi minati dan juga mendalami bidang akuntansi yang sesuai dengan passion sobat akuntansi dengan cara terus belajar dan membaca buku-buku akuntansi yang bermutu.

Dan dengan seiring meningkatnya kebutuhan dan permintaan untuk para profesional yang kompetitif, sobat akuntansi perlu meningkatkan keterampilan juga,tentunya agar lebih mudah dalam berkarir. Dan bukti yang diperlukan adalah sertifikat itu sendiri sebagai pembuktian diri dalam dunia kerja. Beberapa sertifikasi yang biasa ada dalam akuntansi adalah seperti CPA untuk akuntan publik yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sertifikat internal audior yang dikeluarkan oleh The Institute of Internal Auditors Indonesia  (IIA Indonesia) atau mungkin Anda ingin menjadi kurator? sobat akuntansi bisa mengikuti tes nya dan mendapatkan sertifikasi nya di Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia.

Demikian penjelasan saya tentang profesi-profesi bidang akuntansi, semoga artikel ini berguna bagi sobat akuntansi. Terima Kasih.
 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan