Akuntansi untuk Penyusutan Aset Tetap

Aset tetap seperti: peralatan, gedung dan pengembangan tanah kehilangan kemampuannya untuk memberikan jasa seiring dengan berjalannya waktu. Akibatnya, biaya peralatan, gedung, dan pengembangan tanah perlu di pindahkan ke akun beban secara sistematis selama masa kegunaanya. Pemindahan biaya ke beban secara berkala semacam ini disebut penyusutan atau depresiasi (depreciation).

Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan biasanya dibuat setiap akhir bulan atau pada akhir tahun. Ayat jurnal ini akan mendebit beban penyusutan dan mengkredit akun kontra aset tetap bernama akumulasi penyusutan aset tetap atau penyisihan untuk penyusutan aset tetap. Pengunaan akun kontra aset memungkinkan biaya awal dalam aset tetap tidak berubah.

Faktor-faktor penyebab penurunan kemampuan aset tetap untuk menyediakan jasa dapat di indentifikasikan sebagai:
  • Penyusutan fisik terjadi karena pengunaan disebabkan oleh cuaca
  • Penyusutan fungsional terjadi saat aset tetap tidak lagi dapat menyediakan jasa pada tingkat yang diharapkan.

Faktor dalam Menghitung Beban Penyusutan

Ada tiga faktor yang menentukan jumlah beban penyusutan yang diakui di setiap akhir periode yaitu:
1. Biaya awal aset tetap.
2. Masa kegunaan yang diharapkan.
3. Estimasi nilai pada akhir masa kegunaan atau nilai residu.

Nilai residu atau nilai sisa (residual value) aset tetap pada akhir masa kegunaan yang diharapkan harus diperkirakan pada saat aset disiapkan untuk menyediakan jasa. Jika aset tetap diharapkan tidak memiliki atau memiliki sedikit nilai residu saat tidak lagi dapat menyediakan jasa, maka biaya awal harus dibagi selama masa kegunaannya sebagai beban penyusutan. 

Namun apabila memiliki nilai residu yang signifikan maka selisih antara biaya awal dan nilai residunya, disebut biaya aset yang dapat disusutkan menjadi jumlah yang dibagi selama masa kegunaan aset sebagai beban penyusutan.

Masa kegunaan yang di harapkan dari aset tetap juga harus diperkirakan pada saat aset disiapkan untuk menyediakan jasa. Estimasi masa kegunaan yang diharapkan dapat berasal dari berbagai asosiasi perdagangan dan publikasi lainya.

Metode yang digunakan dalam akun-akun dan laporan keuangan juga dapat berbeda dari metode yang digunakan untuk menentukan pajak penghasilan. Tiga metode yang sering digunakan  adalah: 

Metode Garis Lurus

Metode  garis lurus (straight line method) menghasilkan jumlah beban  penyusutan yang sama untuk setiap tahun selama kegunaan aset.

Saat  aset hanya digunakan selama beberapa waktu dalam satu tahun, maka penyusutan tahunan dihitung secara proporsional. 

Untuk memudahkan penerapan metode ini, penyusutan ini juga dapat diubah menjadi persentase terhadap biaya yang dapat disusutkan. Persentase ini ditentukan dengan 100% dengan jumlah tahun masa kegunaan.

Metode  ini menghasilkan perpindahan yang memadai untuk biaya ke beban periodik saat penggunaan aset dan pendapatan yang terkait dengan pengunaan nya kurang lebih sama pada setiap periode.

Metode Unit Produksi

Metode  ini menghasilkan jumlah beban penyusutan yang sama untuk setiap unit yang diproduksi atau setiap unit kapasitasnya yang digunakan oleh aset. 

Masa keguanaan aset dinyatakan dalam unit kapasitas produktif, seperti jam atau mil. Kemudian jumlah beban penyusutan untuk setiap periode akuntansi ditentukan dengan mengalikan unit penyusutan dengan jumlah unit yang diproduksi atau digunakan selama periode tersebut.

Metode Saldo Menurun Ganda

Metode  saldo menurun ganda (double declining balance method) menghasilkan beban periodik yang semakin menurun selama estimasi masa kegunaan aset. 

Dalam penerapannya, tingkat saldo menurun ganda di tentukan dengan menggandakan tingkat garis lurus.   

Untuk  tahun pertama kegunaan biaya  aset dikalikan dengan tingkat penyusutan saldo menurun ganda. 

Setelah tahun pertama nilai buku (book value) yaitu biaya dikurangi akumulasi penyusutan yang menurun dikalikan dengan tingkat ini.

Saat  metode saldo menurun ganda digunakan, estimasi nilai residu tidak dipertimbangkan dalam menentukan tingkat penyusutan dan menghitung penyusutan periodik. Akan tetapi, aset tidak perlu disusutkan di bawah estimasi nilai residunya.

Membandingkan Metode Penyusutan

Seluruh metode membebankan sebagian jumlah biaya aset dalam periode akuntansi, dan tidak pernah menyusutkan aset dibawah nilai residunya.

Metode garis lurus menghasilkan jumlah beban penyusutan periodik yang sama selama masa kegunaan aset.

Metode unit produksi menghasilkan jumlah beban penyusutan periodik yang berbeda-beda tergantung jumlah aset yang digunakan.

Metode saldo menurun ganda menghasilkan jumlah penyusutan yang lebih tinggi pada tahun pertama penggunaan aset, diikuti dengan jumlah yang menurun secara bertahap. Karenanya, saldo menurun ganda disebut metode penyusutan yang dipercepat (accelerated depreciation method).

Penysusutan untuk  Pajak Penghasilan Pemerintah

Direktorat jendral perpajakan menetapkan tingkat penyusutan untuk setiap kelompok aset tetap. 

Tingkat penyusutan paling akhir ditetapkan dalam surat keputusan menteri keuangan No.138/KMK.03/2002, yang membedakan aset tetap bukan property ke dalam tiga kelompok. 

Kelompok pertama menggunakan tingkat penyusutan garis lurus 25% yang berarti masa kegunaan ekonomis nya adalah 4 tahun atau tingkat penyusutan 50% jika perusahaan menggunakan metode saldo menurun ganda.

Aset tetap yang termasuk dalam kelompok pertama adalah peralatan kantor yang terbuat dari kayu dan rotan. Mesin ketik, mesin fotocopy, computer, printer, dan lain-lain.

Mengubah Estimasi Penyusutan

Mengubah estimasi nilai residu dan masa kegunaan adalah hal yang biasa dilakukan.

Perubahan estimasi tidak akan mempengaruhi jumlah beban penyusutan yang dicatat pada tahun-tahun sebelumnya.

Berlangganan sekarang, untuk mendapatkan artikel terbaru tentang Ilmu Akuntansi, Audit, dan Perpajakan Gratis! :

0 Komentar Untuk "Akuntansi untuk Penyusutan Aset Tetap"

Posting Komentar

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel