INFO UPDATE

Aset Tak Berwujud

Hak paten, hak cipta, merek dagang dan goodwill merupakan aset jangka panjang yang berguna dalam kegiatan operasi perusahaan dan tidak ditujukan untuk dijual. Aset ini disebut aset tak berwujud.

Hak paten
  • Merupakan hak eklusif perusahaan untuk meghasilkan dan menjual barang dengan satu keunikan atau lebih.
  • Diterbitkan oleh pemerintah kepada penemu dengan masa kegunaan 20 tahun.
  • Hukum hak paten No.14/2001 membedakan antara:

  1. Hak paten untuk penemu sederhana dengan masa kegunaan 10 tahun
  2. Hak paten untuk penemu yang lebih canggih

  • Perusahaan dapat membeli hak paten dari perusahaan lain atau dapat memperoleh hak paten yang dikembangkan oleh bagian riset dan pengmbangannya.
  • Biaya awal dalam hak paten yang dibeli mencakup imbalan jasa hukum yang terkait, dan didebit ke akun aset. Biaya ini dihapuskan, atau diamortisasikan selama estimasi masa kegunaan hak paten. Periode tersebut dapat kurang dari sisamasa hak paten secara hukum. Estimaasi masa kegunaan hak aten juga dapat berubah Karena perubahan teknologi atau perubahan selera konsumen.

Hak cipta dan merek dagang
  • Hak cipta adalah hak eksklusif untuk menerbitkan dan menjual karya tulis, materi artistik, atau komposisi musical.
  • Hak cipta diterbitkan pemerintah dan diperpanjang sampai 50tahun setelah kematian pengarangnya (hukum hak cipta No. 19/2002). Biaya hak cipta meliputi biaya menciptakan karya ditambah biaya adminitrasi atau hukum untuk mendapakan hak tersebut.
  • Aset tak berwujud  yang kebanyakan terdiri dari kontrak artis dan catalog  music, diamortisasikan sesuai dengan dasar garis lurus masing-masing selama 16 dan 221 tahun.
  • Merek dagang adalah nama, istilah atau symbol yang digunakan untuk mengenali suatu perusahaan dan produksinya. Logo coke berwarna merah dan putih milik the coca cola company adalah salah satu contoh merek dagang. Kebanyakan perusahaan mengidentifikasikan merek dagangnya dengan tanda ® dalam iklan dan produknya.
  • Dalam undang-undang merek dagang No. 15/2001, perusahaaan dapat melindungi merek dagangnya agar tidak digunakan oleh perusahaan lain dengan mendaftarkan merek dagang tersebut untuk masa kegunaan 10 tahun dan memperpanjangnya untuk periode 10 tahun berikutnya. 
  • Jadi, merek dagang merupakan aset yang sangat berharga, aset ini tidak ditampilkan di dalam  neraca, karena nilai biaya hukum untuk penetapan merek dagang tidak besar. Akan tetapi, jika merek dagang dibeli dari perusahaan lain, biaya pembeliannya dicatat sebagai aset tetap.

Goodwill
  • Merupakan aset tak berwujud milik perusahaan yang dihasilkan oleh factor-faktor yang menguntungkan, seperti lokasi, mutu produk, reputasi dan keahlian manajerial.
  • Memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan tingkat pengambilan investasi yang sering kali melebihi tingkat normal perusahaan lain dalam bisnis yang sama.
  • Prinsip akuntansi berterima umum memperbolehkan goodwill dicatat dalam akun hanya jika  dapat ditentukan secara objektif oleh suatu transaksi. 
  • Contoh transaksi yang dimaksud adalah pembelian perusahaan pada harga di atas aset bersih (aset - kewajiban) perusahaan yang diperoleh. 
  • Standar akuntansi Indonesia mengizinkan goodwill diamortisasi selama tidak lebih dari 5 tahun. 
  • Periode amortisasi lebih dari 5 tahun tetapi tidak boleh lebih dari  20 tahun, dimungkinkan jika peusahaan dapat memberikan penjelasan yang dapat diterima. 
  • Saldo goodwill juga dapat di evaluasi pada setiap tangal neraca untuk indikasi penurunan nilai. Jika terdapat indikasi bahwa goodwill telah mengalami penurunan nilai maka perusahaan harus melakukan penyesuaian untuk menurunkan nilai goodwill. 
  • Jumlah penurunan dibebankan pada periode yang bersangkutan dan tidak dapat dibalik masa mendatang (tidak  ada penyesuaian untuk menaikan nilai goodwill).
  • Hak cipta dan hak paten merupakan contoh aset tak berwujud dengan masa kegunaan terbatas sedangkan merek dagang dan goodwill adalah contoh aset tak berwujud dengan masa kegunaan tidak terbatas . 
  • Aset  tak berwujud dngan masa kegunaan tidak terbatas biasanya menjadi subjek pengujian penurunan nilai ( impairment test) tahunan dan bukan merupakan subjek amortisasi secara sistematis. 
  • Biasanya good will diamortisasikan selama 20 tahun. 

Pelaporan keuangan untuk Aset Tetap dan Aset Tak Berwujud 
Dalam laporan keuangan jumlah beban penyusutan dan amortisasikan dalam suatu periode harus dilaporkan secara terpisah dalam laporan laba-rugi atau diungkapkan dalam catatan laporan keuangan. Penjelasan umum untuk metode yang digunakan dala menghitung penyusutan juga perlu dilaporkan.

Jumlah setiap golongan utama aset tetap harus diungkapkan dalam neraca atau catatan laporan keuangan. Akumulasi penyusutan terkait juga erlu diungkapkan baik menurut golongan utama atau secara total. Aset tetap dapat ditampilkan dalam nilai bukunya ( biaya dikurangi akumulasi penyusutan), yang juga dapat dijelaskan sebagai nilai bersihnya. Jika aset tetap memiliki pengolongan terlalu banyak, satu jumlah saja dapat disajikan dalam neraca dengan didukung oleh daftar rincian terpisah.

Aset tak berwujud biasanya dlaporkan dalam neraca dibagian terpisah setelah aset tetap. 
Saldo setiap golongan utama aset tidak berwujud harus diungkapkan pada  nilai bersih setelah amortisasi.

Pelepasan Aset Tetap

Aset tetap yang tidak lagi berguna dapat dibuang, dijual, atau ditukarkan dengan aset tetap lainnya. Rincian ayat jurnal untuk mencatat pelepasan tersebut akan berbeda-beda. Akan tetapi, nilai buku aset harus dihapus dari akunnya. Ayat jurnal untuk kepentingan ini akan mendebit akun akumulasi penyusutan sejumlah saldo pada tanggal pelepasan aset dan mengkredit  akun aset sebesar biaya perolehan asetnya.

Aset tetap tidak boleh di hapus dari akun hanya karena aset tersebut sudah habis disusutkan. Jika  aset masih digunakan oleh perusahaan biaya dan akumulasi penyusutannya tetap dicatat dalam buku besar untuk menjaga akuntanbilitas aset dalam buku besar. Jika  nilai buku aset dipindahkan dan buku besar tidak akan menyimpan bukti keberadaan aset yang masih berlangsung. Salain itu data biaya dan akumulasi penyusutan untuk aset tersebut sering kali masih dibutuhkan untuk keperluan menghitung pajak bangunan dan pajak penghasilan.

Membuang Aset Tetap
Saat aset tetap tidak lagi berguna bagi perusahaan dan tidak memiliki nilai residu atau nilai pasar, aset tersebut dapat dibuang. Jika aset belum habis disusutkan penyusutan harus dicatat sebelum pemindahaan aset tersebut  dan penyediaan jasa dan catatan akuntasi.

Rugi atas pelepasan aset tetap termasuk dalam pos non-operasi dan biasanya dilaporkan dibagian beban lainnya di laporan laba rugi.

Menjual Aset Tetap
Ayat jurnal untuk mencatat penjualan aset tetap sama, kecuali kas atau aset lainnya yang diterima juga harus dicatat. Jika harga jual lebih besar dari nilai buku aset, transaksi tersebut menghasilkan laba. Jika harga jual lebih kecil dari nilai buku aset, berarti mendapatkan rugi.

Pertukaran Aset Tetap yang Serupa
Peralatan  yang lama seringkali dipertukarkan dengan peralatan yang baru dengan kegunaan yang serupa. Dalam hal ini penjual memperbolehkan pembeli menentukan harga untuk peralatan yang lama yang dipertukarkan. Jumlah ini disebut penyisihan pertukaran.

Laba atas pertukaran
Laba atas pertukaran aset tetap yang serupa tidak diakui untuk keperluan pelaporan keuntungan. Hal ini didasarkan pada teori bahwa pendapatan berasal dari produksi dan penjualan barang yang diproduksi oleh aset tetap. Dan bukan dari pertukaran aset tetap yang serupa. Saat penyisihan pertukaran melebihi nilai buku aset yang dipertukarkan dan tidak ada laba yang diakui. 

Rugi atas pertukaran
Rugi atas pertukaran aset tetap yang serupa diakui jika penyisihan pertukaran lebih kecil dari pada nilai buku peralatan yang lama. Saat terjadi rugi, biaya yang dicatat untuk aset yang baru harus merupakan harga pasar (harga katalog).

Sumber daya alam 
Aset tetap milik perusahaan meliputi kayu, bijih besi, mineral, atau sumber daya alam lainnya. Karena perusahaan menghasilkan atau menambang dan kemudian menjual sumber daya alam tersebut, sebagian biaya perolehannya didebit ke akun beban. Proses pemindahan biaya sumber daya kedalam akun beban disebut deplesi.

Jumlah deplesi dihitung dengan mengalikan jumlah yang dihasilkan selama periode tertentu dengan tingkat deplesi. Tingkat deplesi dihitung dengan membagi biaya kandungan mineral dengan estimasi jumlahnya. Penghitungan deplesi sama dengan penghitungan penyusutan unit produksi.

Akumulasi deplesi merupakan akun aset kontra yang dilaporkan dalam neraca sebagai pengurangan dari biaya kendungan mineral.
 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan