PSAK 69: Agrikultur - Pengakuan dan Pengukuran

Pengakuan

Jika dan hanya jika:
  • Entitas mengendalikan aset biologis sebagai akibat dari peristiwa masa lalu;
  • Besar kemungkinan manfaat ekonomik masa depan yang terkait dengan aset biologis tersebut akan mengalir ke entitas; dan
  • Nilai wajar atau biaya perolehan aset biologis dapat diukur secara andal.

Pengukuran Aset Biologis
  • Diukur pada saat pengakuan awal dan pada setiap akhir periode pelaporan;
  • Diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, kecuali nilai wajar tidak dapat diukur secara andal (hanya pada saat pengakuan awal).

Pengukuran Produk Agrikultur
  • Diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual pada titik panen;
  • Merupakan biaya pada tanggal pengukuran ketika menerapkan PSAK 14: Persediaan atau Pernyataan lain yang berlaku.

Pengukuran Tanaman Produktif (Bearer Plants)
  • Dicatat dengan cara yang sama dengan aset tetap yang dikonstruksi sendiri (kapitalisasi biaya) sebelum berada dalam lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen;
  • Entitas memilih model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansinya dan harus menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelas yang sama. 

Cakupan PSAK 69, PSAK16 dan PSAK14 
Contoh Perkebunan Kelapa Sawit 

*) Biaya untuk menjual termasuk biaya yang diperlukan untuk penjualan terjadi seperti biaya pelelangan, komisi ke broker dan dealer, estimasi biaya transportasi aset biologis ke pasar. Biaya untuk menjual tidak termasuk biaya pembiayaan dan pajak penghasilan. 

Pengukuran Nilai Wajar 

Dapat dilakukan dengan mengelompokkan aset biologis atau produk agrikultur sesuai dengan atribut yang signifikan, contohnya usia atau kualitas aset biologis. Atribut yang dipilih sesuai dengan atribut yang digunakan di pasar untuk menentukan harga. 

Tidak memperhitungkan arus kas untuk pembiayaan aset, perpajakan, atau penumbuhan kembali aset biologis setelah panen.

Harga kontrak untuk menjual aset biologis atau produk agrikulturnya pada suatu tanggal di masa depan tidak selalu relevan dalam mengukur nilai wajar, karena nilai wajar mencerminkan kondisi pasar saat ini dimana pelaku pasar pembeli dan penjual akan melakukan transaksi.

Sehingga nilai wajar aset biologis atau produk agrikultur tersebut tidak disesuaikan dikarenakan adanya kontrak tersebut. 

Biaya perolehan terkadang dapat mendekati perkiraan nilai wajar, terutama ketika: 
  • Sedikit transformasi biologis telah terjadi sejak timbulnya biaya awal (misalnya: bibit yang ditanam segera sebelum akhir periode pelaporan atau ternak yang baru diperoleh) 
  • Dampak transformasi biologis pada harga tidak diharapkan menjadi material (misalnya: pertumbuhan awal dalam siklus 30 tahunan dari produksi perkebunan pinus)

Aset biologis yang secara fisik melekat pada tanah. 

Mungkin tidak terdapat pasar terpisah untuk aset biologis yang melekat pada tanah, namun mungkin saja terdapat pasar aktif untuk satu kesatuan aset gabungan (aset biologis dan tanah). Nilai wajar tanah dapat dikurangkan dari nilai wajar aset gabungan untuk mendapatkan nilai wajar aset biologis.

Keuntungan dan Kerugian 

Kerugian mungkin timbul pada saat awal pengakuan aset biologis karena biaya untuk menjual dikurangkan dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset biologis. Keuntungan mungkin timbul pada saat pengakuan awal aset biologis, seperti pada saat anak sapi lahir. 

Keuntungan atau kerugian dapat timbul pada saat pengakuan awal produk agrikultur sebagai akibat dari hasil panen.

Keuntungan atau kerugian yang timbul pada saat pengakuan awal aset biologis/produk agrikultur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset biologis dimasukkan dalam laba rugi periode saat keuntungan atau kerugian tersebut terjadi.

Ketidakmampuan untuk Mengukur Nilai Wajar secara Andal 

Terdapat asumsi bahwa nilai wajar aset biologis dapat diukur secara andal. 

Asumsi tersebut di atas dapat dibantah hanya pada saat pengakuan awal aset biologis yang memenuhi kondisi berikut: 
  • Harga kuotasi pasar tidak tersedia; dan 
  • Alternatif pengukuran nilai wajarnya tidak dapat diandalkan; maka:


Ketika (kemudian) nilai wajar aset biologis tersebut dapat diukur secara andal, aset biologis diukur pada nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual. 

Jika aset biologis tidak lancar memenuhi kriteria dimiliki untuk dijual sesuai PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan, maka diasumsikan bahwa nilai wajar dapat diukur secara andal. 

Hibah Pemerintah 

Hibah pemerintah yang terkait dengan aset biologis yang diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, diakui dalam laba rugi jika, dan hanya jika: 
  • Hibah tanpa syarat: hibah pemerintah tersebut menjadi piutang. 
  • Hibah bersyarat, termasuk ketika hibah pemerintah mensyaratkan entitas untuk tidak terlibat dalam aktivitas agrikultur tertentu: kondisi yang melekat pada hibah pemerintah tersebut telah dipenuhi. 

Contoh Transaksi, Pengakuan dan Pengukuran 

Pada tanggal 30 Juni 2019 PT A  yang bergerak di bidang peternakan sapi membeli 10 ekor sapi secara tunai dari suatu pelelangan sebesar Rp 50.000.000 dengan ongkos angkut ke tempat peternakannya sebesar Rp 2.000.000. Jika PT A akan menjual kembali sapi tersebut, PT A dapat menjualnya dengan harga dan biaya transportasi yang sama ditambah dengan biaya lelang sebesar 2% dari harga jual. Diasumsikan bahwa sebelumnya PT A tidak memiliki sapi dan aset biologis lainnya. Bagaimana pengakuan dan pengukuran aset biologis PT A pada tanggal 30 Juni 2019? 

30 Juni 2019 
Nilai pembelian sapi = Rp 52.000.000 (Rp 50.000.000 + Rp 2.000.000). 
Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual = Rp 47.000.000 
(Rp 50.000.000 - Rp 2.000.000 - Rp 1.000.000) 
Kerugian dari pengakuan awal = Rp 5.000.000 
(Rp 52.000.000 - Rp 47.000.000). 


Selanjutnya, selama bulan Juli 2019, PT A: 

Membeli 2 ekor sapi seharga  Rp 11.000.000 
Menjual 3 ekor sapi (yang dibeli di bulan Juni 2019) seharga Rp 20.000.000 
Pada tanggal 31 Juli 2019, PT A menghitung nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dari 9 ekor sapi yang ada sebesar Rp 54.000.000. 
Bagaimana dampaknya terhadap laporan keuangan untuk periode berakhir 30 Juli 2019? 

Laporan keuangan 31 Juli 2019 
Harga pokok penjualan 3 ekor sapi = Rp 14.100.000 
(Rp 47.000.000 /10 x 3) 
Nilai tercatat sapi = Rp 43.900.000 
(Rp 47.000.000 - Rp 14.100.000 + Rp 11.000.000) 
Keuntungan dari perubahan nilai wajar = Rp 10.100.000 
(Rp 54.000.000 - Rp 43.900.000)

Berlangganan sekarang, untuk mendapatkan artikel terbaru tentang Ilmu Akuntansi, Audit, dan Perpajakan Gratis! :

0 Komentar Untuk "PSAK 69: Agrikultur - Pengakuan dan Pengukuran "

Posting Komentar

Terima Kasih buat Komentar yang diberikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel