INFO UPDATE

Contoh Kasus PSAK 72 - Pendapatan Kontrak dari Pelanggan


Apakabar sobat akuntansi? semoga dalam keadaan baik. Sebelumnya kita sudah membahas tentang PSAK 72 - Pendapatan dari Kontrak Pelanggan berikut ini saya akan membahas contoh kasus untuk PSAK ini. Berikut ini beberapa contoh untuk penerapan PSAK 72, semoga dapat membantu sobat akuntansi memahami PSAK ini.

Tahap 1:  Identifikasi Kontrak Pelanggan

Contoh Modifikasi Kontrak – Separate performance obligation

PT Siantar memiliki kontrak menjual 100 produk kepada pelanggan seharga 100 juta (1 produk bernilai 1 juta) dalam jangka waktu 3 bulan. Setelah 60 produk dikirimkan, PT Siantar memodifikasi kontrak dengan menjanjikan akan mengirimkan 20 produk tambahan dengan nilai 950 ribu (dimana harga 950 ribu merupakan standalone selling price atas produk saat modifikasi kontrak). PT Siantar menjual produk secara terpisah. 

PT Siantar  mengakui modifikasi kontrak sebagai kontrak baru, maka :

Kontrak awal [(100 unit – 60 unit) x 1 juta  = 40 juta

Kontrak Baru (20 unit x 950 ribu) = 19 juta

Total Pendapatan = 59 juta

Contoh Modifikasi Kontrak – prospective modification

Berdasakan contoh sebelumnya, Perusahaan mengakui pendapatan setiap barang yang tersisa dengan harga baru dengan perhitungan sebagai berikut:

Produk yang belum dikirimkan dalam kontrak awal (40 unit x 1 juta) = 40 juta

Produk yang akan dikirimkan dengan kontrak yang telah dimodifikasi (20 unit x 950 ribu) = 19 juta

Total pendapatan = 59 juta

Pendapatan per unit (59 juta / 60 unit) = Rp 983.333

Dengan metode prospective modification, harga baru yakni 983.333 akan digunakan sebagai nilai penjualan per unit di periode setelah modifikasi kontrak. 

Tahap 2: Identifikasi Kewajiban Pelaksanaan

Tanggal 1 Maret 2019, PT Melati melakukan kontrak untuk memasang lift sebuah Gedung. Kontrak meliputi pembelian lift dan pemasangan lift. Lift tersebut walaupun dibeli tetap harus disesuaikan dengan Gedung dan keinginan dari pelanggan. Proses instalasi memakan waktu cukup lama. Nilai lift dan instalasi dapat dipisahkan namun dinegosiasikan secara bersamaan. 

Lift dan jasa pemasangan apakah dipandang sebagai kewajiban pelaksanaan tunggal atau terpisah ?

Terpisah, karena nilai pemasangan lift dapat dipisahkan serta tidak ada keterangan bahwa pemasangan hanya dapat dilakukan oleh PT Melati

PT Asus memproduksi dan menjual komputer termasuk dengan garansi computer yang mencakup garansi untuk memperbaiki setiap cacat komputernya selama 3 bulan (assurance warranty). Selain itu, Perusahaan juga menjual secara terpisah garansi produk yang dapat diperpanjang (service warranty), yang memberikan perlindungan selama 3 tahun (diluar 3 bulan) 

Penjualan komputer dan assurance warranty 3 bulan merupakan satu kewajiban pelaksanaan karena saling ketergantungan dan berhubungan satu sama lain. Namun service warranty merupakan penjualan terpisah dan tidak saling berhubungan dengan penjualan computer. 

Tahap 3:  Menentukan harga transaksi

Contoh - estimasi imbalan variabel

PT Buana perusahaan konstruksi yang terikat kontrak dengan pelanggan untuk pembangunan gudang senilai 100 milyar, dengan bonus kinerja senilai 50 milyar yang akan dibayar berdasarkan waktu penyelesaian. Jumlah bonus kinerja menurun sebesar 10% pe minggu untuk setiap minggu setelah tanggal penyelesaian disepakati. Persyaratan kontrak tersebut mirip dengan kontrak yang dilakukan PT Buana sebelumnya, dan manajemen yakin bahwa pengalaman tersebut dapat diprediksi untuk kontrak ini. Manajemen memperkirakan bahwa ada kemungkinan 60% bahwa kontrak akan diselesaikan pada tanggal penyelesaian yang disepakati, probabilitas 30% penyelesaian akan terlambat 1 minggu, dan probabilitas 10% penyelesaian akan terlambat 2 minggu.

Bagaimana PT Buana mencatat pendapatan dari kontrak tersebut?

Jika Manajemen memutuskan menggunakan expected value method:

Jika Manajemen memutuskan menggunakan most likely outcome method: maka harga transaksi adalah 150 milyar (probabilitas 60%)

Contoh - Voucher Belanja

PT Kenanga menyepakati kontrak penjualan Produk C seharga 2.000. Sebagai bagian dari kontrak PT Kenanga memberikan voucher diskon kepada pelanggan sebesar 40% untuk 30 hari mendatang. Perusahaan juga memberikan diskon 10% atas semua penjualan selama 30 hari mendatang sebagai promo akhir tahun. Diskon 10% tidak dapat digunakan sebagai penambah voucher diskon 40%.

Berdasarkan pengalaman 80% pelanggan menggunakan voucher dan pelanggan akan membeli tambahan 1.000 produk. Harga jual berdiri sendiri voucher adalah (1.000 x 30% diskon tambahan x 80%) = 240. 

Perusahaan mengalokasikan 1.780 ke produk A dan mengakui pendapatan produk A pada saat pengendalian produk A dialihkan. Perusahaan mengalokasikan diskon sebesar 220 dan mengakuai pendapatan atas voucher pada saat pelanggan memakai voucher tersebut, sebelum masa berlaku berakhir.

Contoh - Pemberian kepada Pelanggan tidak material

PT Melati menyepakati kontrak untuk menyediakan handset dan jasa telp dan sms selama dua tahun. Jasa telp selama 1.000menit panggilan dan 1.000 sms tiap bulan dengan fee bulanan tetap. Pelanggan dapat memilih untuk membeli setiap bulan jasa tersebut, Harga jasa tersebut setara dengan harga jual berdiri sendiri.

PT Melati menentukan bahwa janji untuk menyediakan handset dan jasa jaringan merupakan kewajiban pelaksanaan yang bersifat dapat dibedakan. Opsi untuk membeli tambahan menit panggilan dan pesan teks tidak memberikan hak yang bersifat material di mana pelanggan tidak akan menerima tanpa menyepakai kontrak, perusahaan menyimpulkan bahwa hal tersebut bukan merupakan kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Entitas tidak mengalokasikan harga transaksi ke opsi untuk tambahan menit dan sms ketika entitas menyediakan jasa tesebut.

Contoh – Termin pembayaran

Tanggal 1 juli 2020, PT Merapi menjual barang kepada PT Semeru senilai Rp900.000 untuk 4 tahun, zero interest bearing notes dengan nilai pokok 1.416.163. BPP dari barang tersebut adalah Rp590.000 (Discount rate = 12%)

Berapa nilai pendapatan yang dicatat pada tanggal 1 juli 2020? 

Berapakah jumlah pendapatan yang dilaporkan terkait transaksi tersebut pada 31 Desember 2020?


Mulai Hari Ini, Lapor SPT Masa PPN Pakai e-Faktur Web Based

Halo sobat akuntansi semua, apa kabarnya? semoga dalam keadaan baik. Sobat akuntansi tahu tidak bahwa implementasi e-faktur 3.0 secara nasional dimulai hari ini, Kamis 1 Oktober 2020. Pengusaha kena pajak (PKP) wajib menggunakan e-faktur web based untuk pelaporan SPT Masa PPN.

Ditjen Pajak (DJP) menegaskan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa pajak pertambahan nilai (PPN) melalui e-faktur web based dimulai sejak masa pajak September 2020. PKP tidak dapat menyampaikan laporan SPT Masa PPN melalui saluran lain.

Jika ingin melakukan pelaporan atau pembetulan SPT Masa PPN untuk masa pajak sebelum September 2020, PKP dapat melakukan posting SPT pada aplikasi e-faktur 3.0 kemudian melaporkan comma separated value (CSV) melalui DJP Online.

DJP juga kembali menegaskan PKP yang telah melakukan instalasi e-faktur 3.0 tidak dapat kembali menggunakan e-faktur 2.2. Otoritas pajak juga berencana menutup aplikasi e-faktur 2.2 pada 5 Oktober 2020. 

Saat e-faktur 3.0 diimplementasikan secara nasional, PKP harus melaporkan SPT Masa PPN melalui e-faktur web based. Ada fitur prepopulated pajak masukan dan SPT yang bisa digunakan. Namun demikian, PKP tetap bisa melakukan rekonsiliasi data jika terdapat selisih data pajak masukan.

DJP menegaskan tidak akan ada keputusan dirjen pajak baru yang diterbitkan kepada PKP terkait dengan implementasi nasional e-faktur 3.0. Beleid yang berlaku adalah KEP-136/PJ/2014 tentang Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik.

DJP menegaskan aplikasi e-faktur 3.0, yang tersedia pada https://efaktur.pajak.go.id/aplikasi merupakan patch update yang harus ditambahkan pada aplikasi e-faktur sebelumnya. Oleh karena itu, PKP baru harus melakukan beberapa langkah berikut ini:

Pertama, download aplikasi e-faktur 2.2 dan patch update aplikasi e-faktur 3.0. 

Kedua, extract aplikasi e-faktur 2.2. 

Ketiga, instal aplikasi e-faktur 2.2 terlebih dahulu sebelum patch update aplikasi e-faktur 3.0.

Keempat, extract patch update aplikasi e-faktur 3.0. 

Kelima, copy seluruh file (3 file) hasil extract patch update aplikasi e-faktur 3.0. 

Keenam, paste file tersebut ke aplikasi e-faktur 2.2. 

Ketujuh, jalankan instalasi aplikasi e-faktur.

Demikian informasinya, semoga bermanfaat bagi sobat akuntansi semua. Terima Kasih.

 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan