INFO UPDATE

Penyajian Laporan Keuangan Menurut PSAK 1 Revisi 2013 – Bagian 3

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Entitas menyajikan Laporan Perubahan Ekuitas dengan memuat informasi sebagai berikut :
  • Menunjukkan total laba rugi komprehensif selama suatu periode yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan pihak non pengendali
  • Untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif.
  • Rekonsiliasi antara saldo awal dan akhir periode yang timbul dari laba, pos pendapatan komprehensif dan transaksi dengan pemilik
  • Jumlah dividen yang diatribusikan kepada pemilik dan nilai dividen per saham, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
Penyesuaian retrospektif dan penyajian kembali secara retrospektif bukan merupakan perubahan dalam ekuitas tetapi merupakan penyesuaian atas saldo awal saldo laba, kecuali jika suatu PSAK mensyaratkan penyesuaian retrospektif terhadap komponen ekuitas lain.


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Struktur Catatan atas Laporan Keuangan :
a.     Menyajikan informasi dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi à dasar pengukuran, kebijakan yang relevan, asumsi dalam estimasi;
b.    Mengungkapkan informasi yang disyaratkan SAK yang tidak disajikan di bagian mana pun dalam laporan keuangan;
c.     Memberikan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan à (pengelolaan modal)

Sepanjang praktis, penyajian catatan atas laporan keuangan dilakukan secara sistematis. Membuat referensi silang atas setiap pos untuk informasi yag berhubungan dalam catatan atas laporan keuangan.

Entitas umumnya menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai berikut, untuk membantu pengguna memahami dan membandingkan dengan laporan keuangan entitas lain:
a.     pernyataan kepatuhan terhadap SAK;
b.    ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan;
c.     informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos; dan
d.     pengungkapan lain, termasuk:
i)     liabilitas kontinjensi dan komitmen kontraktual yang belum diakui; dan
ii)    pengungkapan informasi nonkeuangan, contohnya tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan.

Entitas mengungkapkan dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan :
a.     dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan; dan
b.  kebijakan akuntansi lain yang diterapkan yang relevan untuk memahami laporan keuangan.

Entitas juga mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan, dan sumber utama lain dari ketidakpastian estimasi lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.


Entitas  juga mengungkapkan  informasi yang memungkinkan pengguna  laporan keuangan untuk mengevaluasi tujuan, kebijakan, dan proses entitas dalam mengelola modal.

Pengungkapan lain
-           Jumlah dividen diumumkan atau diumumkan sebelum penyelesaian laporan keuangan.
-          Jumlah dividen preferen yang tidak diakui.

Pengungkapan berikut jika tidak diungkapkan di bagiian manapun dalam informasi yang dipublikasi bersama LK:

1.         Domisili dan bentuk hukum, negara pendirian, alamat kantor dan lokasi utama kantor
2.         Keterangan mengenai sifat operasi dan kegiatan utama
3.         Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha
4.         Bagi entitas yang mempunyai umur terbatas, informasi tentang umur entitas

Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi

Entitas menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015. Dan pernyataan ini menggantikan PSAK 1 Revisi 2009 “ Penyajian Laporan Keuangan”.

Selesai.

Penyajian Laporan Keuangan Menurut PSAK 1 Revisi 2013 – Bagian 2

LAPORAN POSISI KEUANGAN
Untuk Laporan Posisi Keuangan terjadi perubahan definisi seperti Kewajiban menjadi Liabilitas dan hak minoritas menjadi kepentingan nonpengendali (non-controlling interest). Penyajan kepentingan non pengendali sebagai bagian ekuitas dan bagian laba bukan sebagai pengurang laba. Minimum line item Penyajian Neraca untuk nilai material disajikan secara terpisah, namun jika tidak material dijelaskan dalam kelompok namun tetap ada penjelasan terpisah. 


Informasi minimal yang disajikan dalam laporan keuangan dapat ditambahkan jika penambahan tersebut relevan. Penyajian dalam line sendiri atau dalam notes tergantung dari materialitas informasi tersebut. Pembedaan aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang. Pajak tangguhan tidak boleh diklasifikasikan sebagai jangka pendek.

Laporan posisi keuangan minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut :
a)    aset tetap;
b)    properti investasi;
c)     aset tidak berwujud;
d)    aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (e), (g) dan (h);
e)    investasi dengan menggunakan metode ekuitas;
f)     persediaan;
g)    piutang dagang dan piutang lainnya;
h)    kas dan setara kas;
i)      total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual dan aset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58;
j)      utang dagang dan utang ainnya;
k)    provisi;
l)      liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (k) dan (l);
m)   liabilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46;
n)    liabilitas dan aset untuk pajak tangguhan sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46;
o)    liabilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58;
p)    kepentingan non-pengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas; dan
q)    modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Penyajian aset lancar dan tidak lancar dan liabilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi yang terpisah dalam Laporan Posisi Keuangan . Kecuali penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan, jika pengecualian tersebut dapat diandalkan maka entitas menyajikan seluruh aset dan liabilitas berdasarkan urutan likuiditas. Untuk beberapa entitas, seperti institusi keuangan, penyajian aset dan liabilitas berdasarkan urutan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan dibandingkan penyajian berdasarkan lancar dan tidak lancar atau jangka pendek dan jangka panjang karena entitas pada industri tersebut tidak menyediakan barang atau jasa selama siklus operasi entitas yang dapat diidentifikasi secara jelas.

 Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar serta Liabilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Klasifikasi aset lancar, jika:
a.  mengharapkan akan merealisasikan aset, atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya, dalam siklus operasi normal;
b.     memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan;
c.     mengharapkan akan merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah pelaporan;  atau
d.  kas atau setara kas (PSAK 2: Laporan Arus Kas) kecuali aset tersebut dibatasi pertukarannya atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.

Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar.

Klasifikasi liabilitas lancar, jika:
a.     mengharapkan akan menyelesaikan liabilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya;
b.    memiliki liabilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan;
c.     liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan; atau
d.  tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas selama sekurangkurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.

Entitas mengklasifikasi liabilitas yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai liabilitas jangka panjang.

Liabilitas keuangan yang dibiayai kembali yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan setelah periode pelaporan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek, jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk membiayai kembali.

Pelanggaran perjanjian utang yang mengakibatkan kreditur meminta percepatan pembayaran, maka liabilitas  tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka pendek, meskipun kreditur mengijinkan penundaan pembayaran selama 12 bulan setelah tanggal pelaporan tetapi persetujuan tersebut diperoleh setelah tanggal pelaporan.

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan

Entitas mengungkapkan dalam laporan posisi keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan, subklasifikasi pos pos yang disajikan, dan diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai dengan operasi entitas. Detail subklasifikasi bergantung pada ketentuan SAK, serta ukuran, sifat, dan fungsi jumlah yang terkait. Pengungkapan berbeda untuk setiap pos, sebagai contoh:

a)    pos-pos aset tetap dipisahkan sesuai dengan PSAK 16: Aset Tetap;
b)  piutang dipisahkan menjadi jumlah piutang dagang, piutang pihak-pihak berelasi,  pembayaran di muka dan jumlah lain;
c)    persediaan dipisahkan sesuai dengan PSAK 14: Persediaan menjadi barang dagangan, barang produksi, bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi;
d)    provisi dipisahkan menjadi provisi untuk imbalan kerja dan provisi lain; dan
e)   ekuitas dan cadangan dipisahkan menjadi berbagai kelompok seperti modal disetor, tambahan modal disetor dan cadangan.
 
Entitas mengungkapkan hal-hal berikut dalam laporan posisi keuangan atau laporan perubahan ekuitas, atau catatan atas laporan keuangan:
a)    Untuk setiap jenis saham:
i)       jumlah saham modal dasar;
ii)      jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh, dan yang diterbitkan tetapi tidak disetor penuh;
iii)     Nilai nominal saham,  atau  nilai  dari saham yang tidak  memiliki  nilai nominal;
iv)     rekonsiliasi jumlah saham yang beredar pada awal dan akhir periode;
v)   hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap kelas saham,   termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal;
vi)     saham entitas yang dikuasai oleh entitas itu sendiri atau oleh entitas anak atau        entitas asosiasi; dan
vii)    saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan;
b)    Deskripsi mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas.

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Penyajian laporan laba rugi dengan memasukkan unsur laba komprehensif. Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain diatribusikan kepada Kepentingan non Pengendali dan Pemilik Entitas Induk. Klasifikasi beban berdasarkan fungsi dan sifat, jika disajikan berdasarkan fungsi ada pengungkapan berdasarkan sifat.

Minimum line item dalam Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain :
       pendapatan;
       biaya keuangan;
  bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas;
       beban pajak;
       suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari:
Ø   laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan
Ø   keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan;

Penghasilan komprehensif lain adalah Perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode berjalan, seperti Selisih revaluasi aset tetap, Perubahan nilai investasi tersedia untuk dijual, Dampak translasi laporan keuangan.

Bagian penghasilan komprehensif lain menyajikan pos-pos untuk jumlah penghasilan komprehensif lain dalam periode berjalan, diklasifikasikan berdasarkan sifat (termasuk bagian penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat menggunakan metode ekuitas) dan dikelompokkan, sesuai dengan PSAK/ISAK lainnya:
(a) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan
(b) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi.

Entitas  tidak  diperkenankan  untuk  menyajikan pos-pos penghasilan  dan beban sebagai pos luar biasa dalam laporan yang menyajikan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain atau dalam catatan atas laporan keuangan.

Entitas mengungkapkan jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain, termasuk penyesuaian reklasifikasi, baik dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain atau dalam catatan atas laporan keuangan.

 Entitas dapat menyajikan komponen penghasilan komprehensif lain:
a.     secara neto dari dampak pajak terkait, atau
b.  sebelum dampak pajak terkait disertai dengan total pajak penghasilan yang terkait dengan pos tersebut.

Jika entitas memilih alternatif (b), maka entitas mengalokasikan pajak pada pos-pos yang mungkin direklasifikasi selanjutnya ke bagian laba rugi dan yang tidak akan direklasifikasi selanjutnya ke bagian laba rugi. Entitas mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi yang terkait dengan komponen penghasilan komprehensif lain.

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain atau Catatan atas Laporan Keuangan

Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material, maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah. Penyebab pengungkapan terpisah:

           penurunan nilai persediaan /aset tetap dan pemulihannya
           restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap liabilitas diestimasi  atas biaya restrukturisasi;
           pelepasan aset tetap;
           pelepasan investasi;
           operasi yang dihentikan;
           penyelesaian litigasi; dan
           pembalikan liabilitas diestimasi lain.

Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas, mana yang dapat menyediakan informasi yang lebih andal dan relevan. Pemilihan klasifikasi berdasarkan faktor historis dan industri.

Klasifikasi berdasarkan sifat lebih mudah karena tidak perlu alokasi beban menurut fungsi. Contoh dari klasifikasi dengan menggunakan metode sifat beban adalah sebagai berikut :













Klasifikasi berdasarkan fungsi beban atau biaya penjualan dan mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan. Sekurang-kurangnya entitas mengungkapkan biaya penjualannya berdasarkan metode ini secara terpisah dari beban lain. Metode ini dapat memberikan informasi yang lebih relevan kepada pengguna Laporan Keuangan, namun pengalokasian biaya berdasarkan fungsi mungkin membutuhkan pengalokasian secara arbiter dan pertimbangan yang matang. Contoh klasifikasi berdasarkan metode fungsi beban adalah sebagai berikut :














Bersambung....

Penyajian Laporan Keuangan Menurut PSAK 1 Revisi 2013 – Bagian 1

Penerapan PSAK 1 Revisi 2013 digunakan untuk penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan yang bertujuan umum (General purpose financial statement). PSAK ini tidak berlaku untuk penyusunan Laporan Keuangan entitas syariah.

Tujuan Laporan keuangan memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber daya. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Laporan Keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi :

a) Aset

b) Liabilitas

c) Ekuitas

d) Penghasilan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian

e) kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik

f) arus kas

Laporan keuangan lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini:

  1. laporan posisi keuangan pada akhir periode;
  2. laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode;
  3. laporan perubahan ekuitas selama periode;
  4. laporan arus kas selama periode;
  5. catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan dan informasi penjelasan lain;
  6. informasi komparatif mengenai periode sebelumnya;
laporan posisi keuangan pada awal periode sebelumnya ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.

Entitas dapat menyajikan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan dua metode:
 
  1. Laporan tunggal yaitu Bagian tersebut disajikan bersama, dengan bagian laba rugi disajikan pertama kali mengikuti secara langsung dengan bagian penghasilan komprehensif lain.
  2. Laporan terpisah yaitu laporan laba rugi mendahului laporan yang menyajikan penghasilan komprehensif. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain akan akan dimulai dengan laba rugi.
Manajemen entitas bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas.

Karakteristik Umum Penyajian Laporan Keuangan

1. Penyajian secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK
Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas. Penyajian yang wajar mensyaratkan penyajian secara jujur dampak dari transaksi, peristiwa lain dan kondisi sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, liabilitas, penghasilan dan beban yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Entitas yang laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas tidak dapat menyebutkan bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK kecuali laporan keuangan tersebut telah patuh terhadap seluruh persyaratan dalam SAK.

2. Kelangsungan Usaha
Penyajian laporan keuangan harus disusun berdasar asumsi kelangsungan usaha. Dalam mempertimbangkan apakah asumsi kelangsungan usaha adalah tepat, manajemen memperhatikan informasi masa depan paling sedikit namun tidak dibatasi untuk 12 bulan dari akhir periode pelaporan. Jika terdapat ketidakpastian mengenai kelangsungan usaha entitas harus mengungkapkan ketidakpastian tersebut, dasar penyajian laporan keuangan, dan alasannya.

3. Dasar Akrual
Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan diakui ketika memenuhi definisi dan kriteria pengakuan di kerangka dasar (framework).

4. Materialitas dan Penggabungan
Pengelompokan secara terpisah berdasar sifat atau fungsi. Jika nilainya tidak material, penyajian bisa digabung dengan pos lain yang sejenis dalam laporan keuangan atau disajikan terpisah dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas tidak perlu menyediakan pengungkapan yang spesifik yang disyaratkan oleh suatu PSAK jika informasi tersebut tidak material.

5. Saling Hapus
Entitas tidak boleh melakukan saling hapus atas aset dan liabilitas atau pendapatan dan beban kecuali disyaratkan atau diijinkan oleh PSAK. Pengecualian: pengukuran aset secara neto setelah dikurangi penyisihan penilaian misalnya keusangan atas persediaan dan penyisihan piutang tak tertagih, bukan kategori saling hapus.

6. Frekuensi Pelaporan
Entitas menyajikan laporan keuangan lengkap setidaknya secara tahunan. Jika akhir periode pelaporan entitas berubah dan laporan keuangan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau lebih pendek daripada 1 tahun, entitas mengungkapkan:

a) alasan penggunaan periode tersebut
b) fakta bahwa jumlah yang disajikan di laporan keuangan tidak dapat dibandingkan secara keseluruhan.
 
7. Informasi Komparatif
Informasi kuantitatif diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan, kecuali dinyatakan lain oleh PSAK/ ISAK. Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan. Entitas menyajikan minimal dua laporan posisi keuangan, dua laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, dua laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), dua laporan arus kas dan dua laporan perubahan ekuitas, serta catatan atas laporan keuangan yang berhubungan. Dalam beberapa kasus, informasi naratif yang disajikan dalam laporan keuangan untuk periode sebelumnya masih tetap relevan pada periode berjalan.

Entitas dapat menyajikan informasi komparatif sebagai tambahan atas laporan keuangan komparatif minimum yang disyaratkan PSAK/ISAK, sepanjang informasi tersebut disusun sesuai dengan PSAK/ISAK. Informasi komparatif ini dapat berisi terdiri satu atau lebih laporan keuangan yang merujuk pada komponen-komponen Laporan Keuangan Lengkap, namun tidak harus terdiri dari laporan keuangan lengkap.

Ketika hal ini terjadi, entitas menyajikan catatan informasi yang berhubungan dengan laporan tambahan tersebut. Misalnya, entitas dapat menyajikan tiga laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (sehingga menyajikan periode berjalan, periode sebelumnya, dan satu periode komparatif tambahan). Namun demikian, entitas tidak disyaratkan untuk menyajikan tiga laporan posisi keuangan, tiga laporan arus kas, atau tiga laporan perubahan ekuitas (yaitu laporan keuangan komparatif tambahan). Entitas disyaratkan menyajikan, dalam catatan atas laporan keuangan, informasi komparatif yang terkait dengan laporan tambahan atas laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

8. Konsistensi Penyajian
Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam Laporan Keuangan antar periode dilakukan secara konsisten, kecuali :
Setelah terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi entitas atau kajian ulang atas laporan keuangan, terlihat secara jelas bahwa penyajian atau pengklasifikasian yang lain akan lebih tepat untuk digunakan dengan mempertimbangkan kriterian untuk penentuan dan penerapaan kebijakan akuntansi dalam PSAK 25 : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan kesalahan
Perubahan tersebut disyaratkan oleh suatu PSAK.

Perubahan Kebijakan Akuntansi, Penyajian kembali, retrospektif atau reklasifikasi
Entitas menyajikan tiga laporan posisi keuangan seperti pada awal periode sebelumnya sebagai tambahan atas laporan keuangan komparatif minimum yang diwajib syaratkan dalam informasi komparatif minimum yaitu minimal dua Laporan Keuangan, jika :
  • entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif, membuat penyajian kembali retrospektif atas pos-pos dalam laporan keuangan atau reklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan; dan
  • penerapan retrospektif, penyajian kembali retropsektif atau reklasifikasi memiliki dampak material atas informasi dalam laporan posisi keuangan pada awal periode sebelumnya.
Dalam kondisi yang digambarkan seperti ini, maka entitas menyajikan tiga laporan posisi keuangan pada:

(a) akhir periode berjalan;
(b) akhir periode sebelumnya; dan
(c) awal periode

Entitas tidak perlu menyajikan catatan yang terkait dengan laporan posisi keuangan awal periode sebelumnya .Tanggal pembukaan laporan posisi keuangan adalah tanggal pada awal periode sebelumnya tanpa memperhatikan apakah laporan keuangan entitas menyajikan informasi komparatif untuk periode yang lebih awal.

Jika entitas mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalam laporan keuangan, maka entitas mereklasifikasi jumlah komparatif kecuali reklasifikasi tersebut tidak praktis untuk dilakukan. Jika entitas mereklasifikasi jumlah komparatif, maka entitas mengungkapkan (termasuk awal periode sebelumnya):

a. sifat reklasifikasi;
b. jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi; dan
c. alasan reklasifikasi.

Jika reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka entitas mengungkapkan :

a. alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut, dan
b. sifat penyesuaian yang dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi

Identifikasi Laporan Keuangan
Entitas mengidentifikasi laporan keuangan secara jelas dan membedakannya dari informasi lain dalam dokumen publikasi yang sama. SAK hanya berlaku untuk laporan keuangan, dan tidak untuk informasi lain yang disajikan dalam laporan tahunan, dokumen yang disampaikan kepada regulator, atau dokumen lain. Oleh karena itu, sangat penting bahwa pengguna dapat membedakan antara informasi yang disusun sesuai SAK dengan informasi lain yang juga bermanfaat bagi pengguna tetapi tidak dikenakan persyaratan dalam SAK.

Entitas mengidentifikasi secara jelas setiap laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan, entitas menyajikan informasi berikut ini secara jelas, dan mengulangnya jika dibutuhkan sehingga dapat dipahami:

  1. nama entitas pembuat laporan keuangan atau identitas lain, dan setiap perubahan atas informasi tersebut dari akhir periode laporan sebelumnya;
  2. apakah laporan keuangan merupakan laporan keuangan satu entitas atau suatu kelompok entitas;
  3. tanggal akhir periode pelaporan atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan; mata uang pelaporan sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 10: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing; dan
  4. pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan keuangan.
Agar lebih dapat dipahami, entitas pada umumnya menyusun laporan keuangan dengan menyajikan informasi mata uang dalam unit ribuan atau jutaan. Hal ini diperkenankan sepanjang entitas mengungkapkan tingkat pembulatan dan tidak menghilangkan informasi yang material. Bersambung....
 
Copyright © 2020 INFO AKUNTAN

Powered by Aditya Tarigan